Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Batik Ecoprint merupakan batik dibuat dengan teknik pewarnaan alami yang unik. Pembuatan batik ini gampang-gampang susah, karena pembuatannya tidak bisa diulang. Foto Amar Bahri
Belajar Batik Teknik Ecoprint, Silahkan di Sini
Sabtu, 07-09-2019 | 17:18 wib
Oleh : Amar Bahri
Surabaya pojokpitu.com, Batik Ecoprint merupakan teknik cetak yang menggunakan pewarna alami. Tekniknya pun sederhana, tidak memerlukan bantuan mesin atau cairan kimia. Semua bahan yang digunakan merupakan bahan alami yang diaplikasikan pada kain.

Nur Holifah salah satu pegiat UKM di Surabaya ini, sudah 2 tahun fokus memproduksi Batik Ecoprint. Untuk membuat batik eco print dibutuhkan kain khusus yang bisa menyerap warna dan mudah diaplikasikan dengan daun.

Daun yang dipilih untuk menjadi motif batik diantaranya, daun jati, daun kelengkeng, daun pigura, daun lanang hingga daun kalpataru. "Daun yang memiliki warna kuat akan langsung ditempelkan pada kain yang sudah ditreatmen dengan pewarna alami," kata Nur Holifah.

Sementara daun yang tidak memiliki warna kuat akan melalui proses direndam menggunakan air yang sudah diberi pewarna.

Daun-daun yang sudah ditempel kemudian dirangket dengan kain penutup. Selanjutnya akan ditekan agar warna bisa menyatu dengan kain, sebelum akhirnya di gulung dan dikukus selama sekitar 2 jam. Setelah melalui proses pengukusan kain, nanti akan direndam agar warna yang dihasilkan tidak luntur.

"Kesulitan untuk membuat Ecoprint adalah bahan, seperti daun yang mahal dan jarang ditemui," jelas Nur Holifah.

Batik Ecoprint buatan Nur Holifah biasanya dipasarkan melalui media online, seperti Facebook dan Whatsapp. Harganya mulai dari Rp 200 ribu - Rp 1 juta. (pul)



Berita Terkait


Uniknya Busana Paduan Batik Ngawi Bertema Fosil

Ratusan Model Ramaikan Festival Batik Majapahit di Kota Mojokerto

Batik Kedung Cangkring yang Terlupakan

Angkat Batik, Pemprov Jatim Gelar East Java Fashion Harmony


Kreasi Batik Shibori Warga Binaan Rutan Trenggalek

Kenalkan Budaya Pada Siswa Taiwan Melalui Wayang dan Batik

Warga Binaan Ternyata Trampil Membatik, Ini Buktinya

Pasar Batik Tulis Tradisional Terbesar di Indonesia Ada di Pamekasan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber