Berita Terbaru :
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Tuntut Kompensasi, Sejumlah Warga Somasi Tambang Gli
Mataraman  Jum'at, 06-09-2019 | 16:29 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Polemik tambang PT GLI di Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, belum berujung. Sejumlah warga dari Desa Cokrokembang dan Pagerejo, menutup akses jalan menuju lokasi tambang yang sudah beroperasi hampir 10 tahun tersebut. Warga menuntut, agar manajemen perusahaan segera memberikan kompensasi atas tanah warga yang terkena imbas pertambangan.

Sejumlah warga yang mengaku dari Desa Cokrokembang dan Desa Pagerejo,Kecamatan Ngadirojo Pacitan, menggelar aksi di depan gedung DPRD Pacitan Jumat (6/9) pagi.

Mereka mendesak pemerintah daerah dan DPRD ikut mendukung upaya warga, yang menuntut pihak perusahaan tambang PT. Gemilang Limpah Internusa, memberikan kompensasi.

Aksi warga bukan hanya kali ini. Karena geram, mereka juga memblokade akses jalan menuju lokasi tambang sejak tanggal 15 Agustus 2019 lalu.

Hal itu dilakukan sejumlah warga,karena kecewa tak kunjung memperoleh ganti rugi atas lahan yang terkena imbas penambangan.

Salah satunya adalah Miswadi. Ia mengaku, lahan seluas 10 hektar miliknya terkena imbas pertambangan PT. GLI, namun belum memperoleh kompensasi. "Sesuai tuntutan, warga meminta ganti rugi atas lahan yang terkena imbas penggalian tanah, sebesar 100 ribu per meter," kata Miswadi.

Kuasa hukum warga, Heri Sutarso, mengatakan, alasan penutupan akses jalan ke lokasi tambang agar masalah tersebut berstatus quo.

"Besarnya keuntungan tambang PT. GLI, tidak sebanding dengan manfaat yang di peroleh warga. Bahkan, dampak buruk seperti limbah dan pencemaran sering dirasakan warga, di sekitar lokasi tambang," kata Heri Sutarso. (yos)

Berita Terkait

1,5 Jam Tertimbun Batu Tambang, 1 Pekerja Meninggal Dunia, 1 Lagi Patah Kaki

Tolak Penambangan, Puluhan Warga Keluarkan Paksa Alat Berat

Dua Tambang Sirtu Illegal Ditutup Paksa Polda Jatim

Tolak Tambang Pasir Ilegal, 12 Warga Desa Barurejo Dapat Intimidasi Pembunuhan Hingga Pengeroyokan
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  6 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  6 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber