Berita Terbaru :
Duh, Bayi Umur 3 Hari Asal Nganjuk Positif Corona
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Dipinggir Pantai Selatan
Cegah Klauster Pasar Tradisional, Pengunjung Pasar Wajib Masker
Laka Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas TKP
Gubernur Jatim Membuka Masa Orentasi Sekolah Secara Virtual
Menpora Apresiasi PBSI Home Tournament
Xiaomi Siapkan Kejutan Ponsel Unik
Patroli Masker, Risma Perintahkan Kadis Turun Jalan Bagikan Masker
Tanam Sayur Untuk Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19
HNW: Pemerintah Harus Konsekuen Melaksanakan UU Pesantren
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto
   

Sebar Hoax Kasus Papua, Youtubers Ditangkap Polisi
Hukum  Jum'at, 06-09-2019 | 11:39 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Pelaku Andria Adiansah dijerat pasal 28 ayat 2 dan pasal 45 ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Andria Adiansah terancam hukuman 6 tahun penjara, dan kini meringkuk di tahanan Polda Jawa Timur. Foto Yus
Surabaya pojokpitu.com, Sebar hoax terkait kasus papua di Surabaya melalui media sosial, seorang youtubers diringkus jajaran Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Andria Adiansah (25) asal Kebumen Jawa Tengah, terpaksa meringkuk di Sel Tahanan Polda Jawa Timur. Youtubers yang memiliki channel SPLN di youtube ini diketahui menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial.

Pelaku mengupload kolase foto yang didubing menjadi sebuah video. Karena tak sesuai dengan fakta sebenarnya, video yang berkaitan dengan insident mahasiswa Papua di Surabaya ini, menuai masalah. Polisi pun bertindak tegas dan menangkap youtubers ini di Kebumen Jawa Tengah.

Menurut AKBP Armand Asmara Syarifudin, Wadireskrimsus Polda Jawa Timur, karena video yang berjudul Tolak Kibarkan Bendera Merah Putih, Asrama Kalasan Digeruduk Warga, adalah hoaks, maka pelaku Andria Adiansah harus bersinggungan dengan hukum. "Dari tangan tersangka ini, kami mengamankan barang bukti berupa akun chanel bernama SPLN dan video pelaku  yang di unggah di media sosial youtube serta foto pelaku," kata AKBP Armand Asmara Syarifudin.
 
Akibat ulahnya, pelaku dijerat pasal 28 ayat 2 dan pasal 45 ayat 2, undang-undang No 19 tahun 2016 tentang ITE, dan diancam hukuman 6 tahun penjara. Sebelumnya Polda Jatim menetapkan tiga tersangka pelaku pengepungan di Asrama Papua jalan Kalasan Tri Susanti, ASN Pemkot Surabaya, Syamsul Arifin dan tersangka lain Veronica Koman, yang saat ini menjadi buron. (pul)



Berita Terkait

Istri Anggota POM TNI AU Diperiksa Polisi Terkait Ujaran Kebencian

Sebar Hoax Kasus Papua, Youtubers Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sepak Bola  10 jam

Gubernur Jatim Membuka Masa Orentasi Sekolah Secara Virtual
Pendidikan  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber