Berita Terbaru :
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
   

Seni Melestarikan Budaya Alat Musik Tradisional Terompet Tetet
Rehat  Jum'at, 06-09-2019 | 04:20 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Tahukah anda mendengar suara alat musik tradidional tereompet tetet dari Kabupaten Situbondo. Saat ini, alat musik tradisional tersebut sudah mulai nyaris menghilang dari peredaran.

Beberapa pengrajin alat musik tetet sudah tak berproduksi karena tak ada pesanan. Namun, ditangan seorang seniman di Kecamatan Jati Banteng, alat musik tetet terus diproduksi.

Salah satu seniman yang masih melestarikan alat musik tetet adalah Sariyanto. Pria berusia 47 tahun warga Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng, sangat beruntung masih bisa melestarikan budaya leluhur dan untuk menghibur masyarakat.

Untuk bisa membuat satu alat musik tetet yang nyaris sama dengan seruling ataupun terompet ini, Yanto membutuhkan bahan baku utama berupa kayu. Selanjutnya, kayu dibentuk sedemikian rupa menggunakan gerjagi dan mesin bor.

Mesin bor diperuntukkan membuat lubang lubang berfungsi untak irama atau nada sebuah lagu. Tempat tiupan tetet juga terbuat dari kayu dan memiliki lubang kecil serta melebar.

Menurut Sariyanto, dirinya tetap membuat alat musik tetet karena ingin melestarikan budaya leluhur. Bahkan dirinya, kini sering mengajari anak-anak bermain alat musik tetet, yang bertujuan mencintai kebudayaan tradisional di tengah gemburan alat musik modern.

"Saya belajar secara atodidak dari kaset lagu, hingga kini beberapa lagu kesenian berhasil dikuasai dan sering dilantuntan untuk menghibur masyarakat sekitar," kata Sariyanto.

Alat musik tetet memang tidak hanya ada di Situbondo melainkan ada dibeberapa daerah lain seperti Saronin Madura.

Meski tidak untuk diperjual belikan, Sariyanto biasanya butuh waktu dua hari untuk membuat satu buah alat musik tetet. (yos)

Berita Terkait

Seni Melestarikan Budaya Alat Musik Tradisional Terompet Tetet

Begini Berkah Tahun Baru Bagi Penjual Terompet

Pedagang Terompet Keluhkan Anjloknya Omset

Isu Virus Berdampak Pesanan Terompet Menurun
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  2 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  2 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  2 jam

RDP Soal Program BPNT Memanas
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber