Berita Terbaru :
Datangi E-Warung Dinsos dan Supplier Bawakan Beras Pengganti
Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Layanan RSUA Disorot Pasiennya, Begini Kata Humas
Abaikan Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Ikuti Rapid Test Gratis
Lagi, Kasus Covid 19 Ponorogo Tambah 2 Orang
Penerimaan Siswa Baru, SMP Negeri 2 Rejotangan Hanya Mendapatkan 3 Calon Siswa
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RSUA
Kampung Tangguh Covid 19 Binaa Kejari Sidoarjo Dengan Slogan Transparansi Penggunaan Anggaran
Terkilir, 3 Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Petugas
Warga Dua Desa Demo Kandang Ayam di Jember
Siswa Asal Kediri Ciptakan Drone Dari Bahan Bekas
Tetap Berlanjut, Nominal yang Diterimakan Semakin Berkurang
Kereta Api Tabrak Ertiga, Seorang Bocah Tewas
Akibat Covid-19, Pembangunan Terapi Nuklir di RS BDH Tertunda
Calon Mahasiswa Wajib Rapid Test Sebelum Ujian SBMPTN
   

Rekontruksi Pembunuhan, Judul 13 Adegan Keponakan Bunuh Pamannya
Mataraman  Kamis, 05-09-2019 | 17:26 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Polres Nganjuk ahirnya melakukan reka ulang proses pembunuhan yang dilakukan oleh keponakan terhadap anaknya di Nganjuk. Adegan sebanyak 13 kali itu menunjukkan bagaimana pelaku menghabisi nyawa korban.

Pihak keluarga korban berharap pelaku bisa dihukum mati, sementara pengacara pelaku menemukan celah untuk meringankan hukuman pelaku.

Kasus pembunuhan terjadi di Dusun Ngrapah Desa Musir Lor Kecamatan Rejoso Nganjuk, kini mulai dilakukan rekonatruksi oleh polisi Polres Nganjuk.

Rekonstruksi digelar guna melengkapai berkas penyidikan pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Supar (45)terhadap korban Damin (69).

Sebanyak 13 adegan rekontruksi diperagakan oleh pelaku, dari awal mula cek cok saat korban membuat septictank, hingga pelaku membacok korban bertubi-tubi di bagian leher dan kaki hingha korban terkapar tak bernyawa.

Menurut Basitun, istri korban yang ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi mengaku, masih trauma dengan kejadian yang menewaskan suaminya tersebut.

Saat kejadian basitun hendak membantu melerai pertengkaran antara suaminya dan keponakannya itu, namun ia takut karena sempat diancam akan ditusuk dengan golok oleh pelaku.

"Saya meminta kepada penegak hukum agar bisa menghukum pelaku seberat beratnya bahkan hukuman mati," kata Basitun.

Sementara menurut Prayugo Laksono, kuasa hukum pelaku, dari perjalanan rekonstruksi pihalnya memiliki celah untuk meringankan hukuman kliennya. "Itu dilakukan secara spontan tanpa ada rencana," kata Prayugo Laksono.

Sebelumnya tragedi pembunuhan itu terjadi di latarbelakangi persoalan hutang piutang, dimana pelaku meminjam uang ke korban senilai Rp 23 juta dan saat hendak dikembalikan, korban meminta Rp 200 juta.

Kesalahpahaman antara korban dengan pelaku akhirnya terjadi cek cok di area tanah kosong di belakang rumah korban. Hinngga pelaku pulang dan membawa parang, dan langsung menyabetkan ke leher korban hingga tewas. (yos)

Berita Terkait

Rekontruksi Pembunuhan Ibu Kos, Tersangka Peragakan 62 Adegan

Rekontruksi Pembunuhan, Judul 13 Adegan Keponakan Bunuh Pamannya

Polres Ngawi Segera Rekontruksi Pembunuhan Janda Kaya

32 Tahapan Rekontruksi Pembunuhan Oleh Dukun Bayi
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  1 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  15 jam

Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam

Sahabat Anak, Bhabinkamtibmas Polres Situbondo Bagikan Alquran dan Alat Kesehata...selanjutnya
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber