Berita Terbaru :
Kebutuhan Mendesak, Penjahit Lembur APD Cover All
Petugas Gabungan Semprot Jalan 27 Kecamatan di Lamongan
PSSI Meluncurkan Video Garuda Melawan Corona
Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Ketua Perpani Jatim Deny Trisyanto Semprot Sendiri Lapangan Panahan
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
20 Ribu Liter Desinfektan Disemorotkan Ke 2 Kecamatan Hingga ke Desa Terpelosok
Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pemkot Bersama Polri Terus Lakukan Penyemprotan Desinfentan di Jalan Raya
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Tebing Longsor, Pipa PDAM Putus, 1500 Pelanggan Terganggu
   

Petani Keluhkan Harga Cabe Anjlok Drastis Memasuki Puncak Musim Panen
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 05-09-2019 | 13:17 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Para petani cabe merah besar di Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan anjloknya harga cabe merah besar secara drastis, memasuki musim panen raya kali ini.

Kondisi tersebut seperti yang dirasakan para petani di Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Memasuki puncak musim panen raya ini, harga cabe merah besar ditingkat petani terus merosot, hingga tinggal berada dikisaran Rp 14 ribu saja tiap kilogramnya.

Harga jual cabe ini anjlok drastis jika dibanding saat awal masa panen lalu, yang sempat tinggi bahkan mencapai Rp 52 ribu tiap kilogramnya.

Salah satu petani setempat, Sukoyo, mengaku, tidak mengetahui pasti anjloknya harga cabe ini. Penurunan harga terjadi begitu saja, tiap kali masa pemetikan  berlangsung. "Padahal kualitas hasil panen cabe musim ini tergolong sangat baik, serta minim dari gangguan hama," ucap Sukoyo.

Hal ini dibuktikan dengan buah cabe yang tidak mudah rontok maupun membusuk, serta hasil panen yang melimpah. Sekali petik, untuk lahan seluas 5 ribu meter persegi. "Musim ini bisa menghasilkan rata-rata hingga dua setengah kwintal cabe, kualitas terbaik," ujarnya.

Namun karena harga jual cabe yang terus merosot, membuat petani justru resah. Mereka khawatir kondisi tersebut akan terus berlanjut sehingga dapat menyebabkan kerugian yang besar.

Atas kondisi ini para petani mengaku hanya dapat pasrah, mereka berharap pemerintah turun tangan, sehingga harga cabe merah besar kembali stabil.

Setidaknya bertahan dikisaran Rp 20 ribu per kilogram, sehingga tak membuat petani merugi. (yos)

Berita Terkait

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kg
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  5 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  4 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  4 jam

Pengadilan Negeri Malang Gelar Sidang Melalui Online
Hukum  3 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber