Berita Terbaru :
Dikenal Bisa Menangkal Dari Gangguan Ghoib, Gus Idris Pembasmi Dukun Selalu Ramai
Unesa Akan Kembangkan Robot Untuk Penanganan Covid pengatur Suhu
Dinsos Jatim Datangi Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Obat dan Vaksin Covid-19 Racikan Unair Masuk Tahap Uji Klinis
18 PAC PKB Sepakat Usung Cabup Dan Cawabup Dari Kader Internal
Sebanyak 664 Warga Sidoarjo Sembuh dari Covid 19
Saat Ini Baru Ada 9 Daerah Yang Rekomnya Sudah Turun Dari DPP PDIP
Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Tim Gugus Penanggulangan Covid Lamongan Tak Akan Tutup Puskesmas Mantup
100 Dokter Alumni Gontor Ikut Partisipasi Penanganan Covid 19
Polisi Lacak Pelaku Tawuran Di Jam Malam Covid 19
Kesal Dengan Sikap Camat, Ratusan Petani Palawija dan Tambak Datangi Balai Desa
Panen, Petani Tebu Keluhkan Harga Gula Anjlok
Pasokan Bahan Baku Gula Terhambat, Buruh Pabrik Wadul Komisi B DPRD Jatim
Puluhan Santri Gontor Reaktif dan Diisolasi
   

Petani Keluhkan Harga Cabe Anjlok Drastis Memasuki Puncak Musim Panen
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 05-09-2019 | 13:17 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Para petani cabe merah besar di Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan anjloknya harga cabe merah besar secara drastis, memasuki musim panen raya kali ini.

Kondisi tersebut seperti yang dirasakan para petani di Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Memasuki puncak musim panen raya ini, harga cabe merah besar ditingkat petani terus merosot, hingga tinggal berada dikisaran Rp 14 ribu saja tiap kilogramnya.

Harga jual cabe ini anjlok drastis jika dibanding saat awal masa panen lalu, yang sempat tinggi bahkan mencapai Rp 52 ribu tiap kilogramnya.

Salah satu petani setempat, Sukoyo, mengaku, tidak mengetahui pasti anjloknya harga cabe ini. Penurunan harga terjadi begitu saja, tiap kali masa pemetikan  berlangsung. "Padahal kualitas hasil panen cabe musim ini tergolong sangat baik, serta minim dari gangguan hama," ucap Sukoyo.

Hal ini dibuktikan dengan buah cabe yang tidak mudah rontok maupun membusuk, serta hasil panen yang melimpah. Sekali petik, untuk lahan seluas 5 ribu meter persegi. "Musim ini bisa menghasilkan rata-rata hingga dua setengah kwintal cabe, kualitas terbaik," ujarnya.

Namun karena harga jual cabe yang terus merosot, membuat petani justru resah. Mereka khawatir kondisi tersebut akan terus berlanjut sehingga dapat menyebabkan kerugian yang besar.

Atas kondisi ini para petani mengaku hanya dapat pasrah, mereka berharap pemerintah turun tangan, sehingga harga cabe merah besar kembali stabil.

Setidaknya bertahan dikisaran Rp 20 ribu per kilogram, sehingga tak membuat petani merugi. (yos)

Berita Terkait

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram

Pedagang Pasar Wonokromo Keluhkan Naiknya Harga Cabe

Harga Cabai Meroket Hingga Rp 85 Ribu Per Kg
Berita Terpopuler
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Peristiwa  9 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  13 jam

Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  12 jam

Kecelakaan Beruntun Satu Orang Luka Parah
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber