Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
   

Petani Keluhkan Harga Cabe Anjlok Drastis Memasuki Puncak Musim Panen
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 05-09-2019 | 13:17 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Para petani cabe merah besar di Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan anjloknya harga cabe merah besar secara drastis, memasuki musim panen raya kali ini.

Kondisi tersebut seperti yang dirasakan para petani di Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Memasuki puncak musim panen raya ini, harga cabe merah besar ditingkat petani terus merosot, hingga tinggal berada dikisaran Rp 14 ribu saja tiap kilogramnya.

Harga jual cabe ini anjlok drastis jika dibanding saat awal masa panen lalu, yang sempat tinggi bahkan mencapai Rp 52 ribu tiap kilogramnya.

Salah satu petani setempat, Sukoyo, mengaku, tidak mengetahui pasti anjloknya harga cabe ini. Penurunan harga terjadi begitu saja, tiap kali masa pemetikan  berlangsung. "Padahal kualitas hasil panen cabe musim ini tergolong sangat baik, serta minim dari gangguan hama," ucap Sukoyo.

Hal ini dibuktikan dengan buah cabe yang tidak mudah rontok maupun membusuk, serta hasil panen yang melimpah. Sekali petik, untuk lahan seluas 5 ribu meter persegi. "Musim ini bisa menghasilkan rata-rata hingga dua setengah kwintal cabe, kualitas terbaik," ujarnya.

Namun karena harga jual cabe yang terus merosot, membuat petani justru resah. Mereka khawatir kondisi tersebut akan terus berlanjut sehingga dapat menyebabkan kerugian yang besar.

Atas kondisi ini para petani mengaku hanya dapat pasrah, mereka berharap pemerintah turun tangan, sehingga harga cabe merah besar kembali stabil.

Setidaknya bertahan dikisaran Rp 20 ribu per kilogram, sehingga tak membuat petani merugi. (yos)

Berita Terkait

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  6 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  8 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  4 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber