Berita Terbaru :
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Warga 10 Desa Demo Kantor Pemkab Pasuruan Tolak Rencana Relokasi TNI AL
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 04-09-2019 | 17:11 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Sengketa tanah antara warga dengan TNI AL di Kabupaten Pasuruan, kembali bergolak. Ribuan warga menggelar aksi unjuk rasa di kantor Pemkab Pasuruan, membuat pelayanan publik lumpuh total. Mereka menolak relokasi pemukiman warga yang akan dilakukan pihak TNI AL.

Dengan cara long march, 1500 orang dari Kecamatan Lekok dan Nguling, Kabupaten Pasuruan, mendatangi kantor Pemkab Pasuruan, berlokasi di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan.

Ribuan warga ini juga membawa sejumlah poster berisi tuntutan dan membawa empat keranda sebagai simbol untuk mengingatkan kembali tragedi Alastelogo, penembakan 30 Mei 2007 lalu.

Dalam aksinya, mereka mereka menuntut agar pemerintah daerah menolak rencana relokasi oleh TNI AL di 10 desa. Selain itu, mereka juga menuntut agar menghapus segala larangan dan kesewenangan TNI AL di atas tanah sengketa tersebut. "Kami meminta pemda proaktif memfasilitasi percepatan penyelesaian masalah yang telah berlarut sejak tahun 1960 kepada pemerintah pusat," kata koordinasi aksi, Lasminto.

Setelah satu jam menanti, akhirnya Pemkab yang diwakili Wakil Bupati Pasuruan berjanji akan membantu aspirasi masyarakat. "Pemerintah daerah juga akan memberi perlindungan terhadap warga masyarakat dengan berkoordinasi pihak-pihak terkait," kata Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron.

Diketahui, warga berada di tanah sengketa, pernah melakukan gugatan di PN Bangil, kabupaten setempat hingga Makamah Agung, namun gugatannya tak terkabulkan hingga statusnya tanahnya dimiliki pihak TNI AL dan berdiri Asrama Makolatmar, Puslatpur, dan Prokimal atau proyek pemukiman TNI AL.(end)

Berita Terkait

Warga 10 Desa Demo Kantor Pemkab Pasuruan Tolak Rencana Relokasi TNI AL
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  12 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  9 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  8 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber