Berita Terbaru :
Nilai Bantuan Sembako Covid-19 Dituding Tidak Sesuai Dengan Jumlah Nominal Rupiah
Calon Penumpang Pewasawat Keluhkan Tingginya Biaya Rapid Test di Bandara Juanda Surabaya
Pendistribusian Bansos Pangan BPNT Diperketat
Temuan Beras Apek dan Berkutu Semakin Meluas
Terlalu Mendadak, Siswa Bingung Tes Rapid
Peserta SBMPTN Mengaku Kecewa Mendapat Informasi Wajib Tes Covid-19 Mendadak
Bagi Masker Kampanyekan Jatim Bermasker
Gugus Tugas Covid Jatim Dapat Support Obat Avigan Dari IHC
Pemkot Akan Gratiskan Tes Covid-19 Bagi Peserta UTBK yang Tidak Mampu
Pencoblosan Dimodifikasi Menyesuaikan Protokol Kesehatan
Peserta KIP dan KTP Surabaya Bisa Tes Rapid Gratis
Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Kampus Siapkan Ruang UTBK Dengan Protokol Kesehatan
Jamaah Mukimin Asal Jatim di Arab Saudi Akan Melaksanakan Haji Tahun 2020
Tim BPCB Trowulan Identifikasi Temuan Cagar Budaya 2 Arca Kala
   

Inovasi Kreatif Warga Lereng Gunung Argopuro Menerangi Desa Dengan Listrik Mikrohidro
Teknologi  Selasa, 03-09-2019 | 22:05 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Berbekal keinginan untuk mendapatkan listrik secara mandiri, warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil di lereng Gunung Argopuro Kabupaten Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, mempunyai inovasi kreatif dengan memanfaatkan saluran irigasi sebagai sumber energi listrik. Setidaknya ada 10 unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang mampu menarangi 1500 warga desa.

Mereka membuat listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Awalnya warga membuat satu unit PLTMH, tepatnya di aliran sungai Gunung Argopuro.

Setiap unit PLTMH mampu untuk menerangi hingga 20 rumah lebih,  total sejak tahun 2015 lalu, sudah ada 10 unit mesin mikrohidro yang tersebar di 4 dusun. Diantaranya Dusun Cocok, Kalimangu, Kalianan dan Medati.

Di Desa Kalianan sendiri ada 6 sungai besar yang berhulu di gunung argopuro, jadi mesin ini akan terus bekerja hingga listrik yang dihasilkan mencapai 24 jam penuh.

Total ada sekitar 150 kepala keluarga yang memanfaatkan energi listrik ini, terutama warga yang bermukim di lereng-lereng gunung.

Setiap pembangunan satu unit PLTMH harus mengeluarkan biaya sekitar 20 juta rupiah. Sedangkan listrik yang dihasilkan mencapai 35 ribu watt.

Untuk biaya per bulan, jangan ditanya lagi, setiap rumah hanya mengeluarkan uang iuran sebesar Rp 10 sampai Rp20 ribu, tergantung pemakaian.

Menurut Suciati, Kepala Desa Kalianan, awal dibangun PLTMH ini karena listrik dari PLN tidak kunjung masuk ke desanya. "Hingga akhirnya warga secara swadaya membangun satu unit PLTMH, hingga mempunyai 10 unit PLTMH," kata Suciati.

Rata-rata hasil iuran warga ini digunakan untuk biaya perawatan, dan dana kas, jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan. (yos)

Berita Terkait

Inovasi Kreatif Warga Lereng Gunung Argopuro Menerangi Desa Dengan Listrik Mikrohidro
Berita Terpopuler
Masuk Bui, Mantan Kades Sumber Salak Tersangka Korupsi Dana Desa
Hukum  9 jam

Batasi Aktifitas, Tiga Ruas Jalan Nanti Malam Kembali Ditutup
Metropolis  5 jam

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
Malang Raya  10 jam

Ratusan Demo Driver Tuntut Rapid Tes Gratis
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber