Berita Terbaru :
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Inovasi Kreatif Warga Lereng Gunung Argopuro Menerangi Desa Dengan Listrik Mikrohidro
Teknologi  Selasa, 03-09-2019 | 22:05 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Berbekal keinginan untuk mendapatkan listrik secara mandiri, warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil di lereng Gunung Argopuro Kabupaten Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, mempunyai inovasi kreatif dengan memanfaatkan saluran irigasi sebagai sumber energi listrik. Setidaknya ada 10 unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang mampu menarangi 1500 warga desa.

Mereka membuat listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Awalnya warga membuat satu unit PLTMH, tepatnya di aliran sungai Gunung Argopuro.

Setiap unit PLTMH mampu untuk menerangi hingga 20 rumah lebih,  total sejak tahun 2015 lalu, sudah ada 10 unit mesin mikrohidro yang tersebar di 4 dusun. Diantaranya Dusun Cocok, Kalimangu, Kalianan dan Medati.

Di Desa Kalianan sendiri ada 6 sungai besar yang berhulu di gunung argopuro, jadi mesin ini akan terus bekerja hingga listrik yang dihasilkan mencapai 24 jam penuh.

Total ada sekitar 150 kepala keluarga yang memanfaatkan energi listrik ini, terutama warga yang bermukim di lereng-lereng gunung.

Setiap pembangunan satu unit PLTMH harus mengeluarkan biaya sekitar 20 juta rupiah. Sedangkan listrik yang dihasilkan mencapai 35 ribu watt.

Untuk biaya per bulan, jangan ditanya lagi, setiap rumah hanya mengeluarkan uang iuran sebesar Rp 10 sampai Rp20 ribu, tergantung pemakaian.

Menurut Suciati, Kepala Desa Kalianan, awal dibangun PLTMH ini karena listrik dari PLN tidak kunjung masuk ke desanya. "Hingga akhirnya warga secara swadaya membangun satu unit PLTMH, hingga mempunyai 10 unit PLTMH," kata Suciati.

Rata-rata hasil iuran warga ini digunakan untuk biaya perawatan, dan dana kas, jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan. (yos)

Berita Terkait

Inovasi Kreatif Warga Lereng Gunung Argopuro Menerangi Desa Dengan Listrik Mikrohidro
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  7 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  6 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  5 jam

Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Ekonomi Dan Bisnis  2 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber