Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Sempat Turun, Harga Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik
Selasa, 03-09-2019 | 19:39 wib
Oleh : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Harga cabai rawit masih belum stabil, sempat mengalami penurunan harga hingga Rp 35 ribu. Saat ini harga cabai rawit kembali merangkak naik hingga kisaran Rp 50 ribu.

Sempat mengalami penurunan harga, ternyata harga cabai rawit mengalami kenaikan kembali. Meski kenaikannya tidak setinggi sebelumnya, namun hal ini cukup meresahkan pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya.

Menurut Kevin, pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya, sebelumnya dari harga Rp 70 ribu per kilogram, cabai rawit sempat turun di kisaran Rp 35 ribu  hingga Rp 45 ribu per kilogramnya. Namun itu hanya bertahan selama beberapa hari, dan berangsur naik hingga saat ini dari Rp 51 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram.

Pedagang mengaku, penyebab kenaikan ini adalah stok cabai rawit tidak sebanyak sebelumnya, sehingga harga naik lagi. Pedagang berharap , harga dapat stabil lagi.

Meski harganya tidak setinggi sebelumnya, menurut pedagang konsumen tetap membeli, dengan campuran cabe kering atau cabai rawit hijau , karena harganya lebih murah.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok Disperindag Jawa Timur, harga rata- rata cabai rawit di Jawa Timur mencapai Rp 58 .033 , tertinggi di Kota Kediri yang mencapai Rp 70.000, dan terendah di Sidoarjo sebesar Rp 45.000.(end)

Berita Terkait


Sempat Turun, Harga Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Harga Cabai Rawit Masih Rp 100 Ribu


Musim Kemarau, Harga Cabai Rawit Meroket

Harga Cabai Rawit Rp 50 Ribu, Pasokan Cabai Terus Menipis

Musim Panen, Harga Cabai Rawit Anjlok

Musim Penghujan, Harga Cabai Rawit Naik

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber