Berita Terbaru :
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
   

Perebutan Pimpinan, PKB dan PKS Desak Terapkan Sistem Proporsional
Politik  Selasa, 03-09-2019 | 17:09 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Berita Video : Perebutan Pimpinan, PKB dan PKS Desak Terapkan Sistem Proporsional
Surabaya pojokpitu.com, Perebutan pimpinan alat kelengkapan dewan di DPRD Surabaya semakin memanas. Bahkan PKB sebagai partai pemenang kedua yang harusnya mendapatkan posisi ketua komisi, hanya ditawarkan wakil ketua komisi. Menyikapi fakta itu, PKB dan PKS mendesak Ketua Sementara DPRD Surabaya menerapkan sistem proporsional dalam penetapan pimpinan komisi.

PKB sebagai partai pemenang hanya mendapatkan tawaran posisi wakil ketua komisi, padahal seharusnya mendapatkan posisi ketua komisi. Ini dikarenakan untuk posisi ketua sudah di plot oleh PDIP mendapatkan 2 ketua komisi, dan 1 ketua komisi diberikan pada Gerindra, sedangkan 1 komisi diberikan kepada Partai Golkar.

"PKB adalah partai pemenang kedua di DPRD Surabaya, seharusnya PKB mendapatkan posisi ketua komisi, bukan wakil ketua. Untuk itu, PKB mendesak Ketua Pimpinan Sementara Adi Sutarwijono menerapkan sistem proporsional dalam penetapan pimpinan alat kelengkapan dewan," kata Ketua Fraksi PKB Minun Latief.

Minun menegaskan dengan sistem proporsional maka kursi pimpinan alat kelengkapan dewan diprorioritaskan pada 4 partai pemenang, yakni PDIP sebagai partai pemenang mendapatkan 2 ketua komisi, selanjutnya PKB, Gerindra dan PKS mendapatkan masing-masing 1 ketua komisi.

"Golkar mendapatkan posisi ketua badan, bukan ketua komisi, dan fraksi gabungan seperti Demokrat-Nasdem tidak bisa dihitung dalam satu bagian, karena yang menjadi patokan adalah hasil perolehan partai pada pileg, bukan fraksi gabungan yang terbentuk di DPRD," lanjut Minun Latief, Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya.

Sementara itu, Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Surabaya mengatakan, banyak tantangan yang akan dihadapi DPRD Surabaya ke depan. "Untuk menghadapi itu, butuh sinergi antar fraksi, dan penetapan alat kelengkapan dewan menjadi penentu, dengan menerapkan sistem proporsional, maka akan terbangun sinergi karena semua terwadai dengan baik dengan begitu terbangun lingkungan kerja yang baik," kata Reni Astuti, Wakil Ketua DPRD Surabaya.

Reni menambahkan, idealnya PKS mendapatkan posisi ketua komisi, tapi jika secara hitungan proporsional tidak mendapatkan ketua komisi, melainkan Ketua Badan, PKS mengikuti, asal hitungannya benar-benar secara proporsional.(end/vd:yan)

Berita Terkait

Perebutan Pimpinan, PKB dan PKS Desak Terapkan Sistem Proporsional

3 Parpol Belum Setor, Paripurna Pembentukan Fraksi Ditunda

Fraksi DPRD Surabaya Berebut Posisi Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan
Berita Terpopuler
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Metropolis  2 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  12 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  41 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber