Berita Terbaru :
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Ajak Ratusan Warga Berjemur
Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Miniatur Kendaraan Berbahan Limbah Tembus Mancanegara
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
KPU Jatim Akan Melakukan Tahapan Pilkada 15 Juni
Oknum LSM Peras Kades Terancam 9 Tahun Penjara
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
   

Begini Cerita Sebenarnya KKN di Desa Penari yang Gegerkan Warga
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 03-09-2019 | 11:24 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Penulis cerita telah menyatakan bahwa foto sebuah petilasan di Rowo Bayu dalam cerita tersebut hanyalah ilustrasi, namun banyak netizen terlanjur mempercayai kalau tempat tersebut asli seperti yang diceritakan dalam KKN di Desa Penari. Foto Ilustrasi
Berita Video : Begini Cerita Sebenarnya KKN di Desa Penari yang Gegerkan Warga
Banyuwangi pojokpitu.com, Cerita KKN di Desa Penari yang ditulis oleh akun anonim di twitter, benar-benar menggegerkan dunia maya beberapa hari belakangan ini. Sebuah tempat wisata bernama Rowo Bayu yang terletak di Desa Bayu , Kecamatan Songgon , Kabupaten Banyuwangi, dikaitkan dengan cerita horor tersebut.

Rowo Bayu sebuah destinasi wisata alam di Kaki Gunung Raung yang memang banyak dikunjungi wisatawan untuk menikmati libur akhir pekan.

Cerita viral dan menjadi trending topik, KKN di Desa Penari, ditulis oleh akun anonim @simplem81378523 di twitter. Cerita yang ditulis dengan dua sudut pandang berbeda pada cerita KKN di Desa Penari, yakni kisah dari Widya dan kisah dari narasumber Nur. Serta memunculkan foto sebuah petilasan yang belakangan diketahui tempat Semedi Prabu Tawang Alun, yang ada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Apalagi dalam kisah yang ditulis oleh si-akun anonim ini mengisahkan pengalaman horor dari kedua narasumber saat melakukan kuliah kerja nyata, KKN, di sebuah desa yang disebutnya Desa Penari pada tahun 2009 lalu. Meski tidak disebutkan secara detail dengan alasan menjaga privasi narasumber, penulis menyebutkan bahwa Desa Penari ada di sebuah kabupaten di ujung timur pulau jawa yang bernisial "B".

Ada dua kabupaten yang diduga netizen sebagai tempat di mana kisah KKN horor ini terjadi. Yakni di Kabupaten Bondowoso atau di Banyuwangi. Namun belakangan netizen mempercayai Banyuwangi sebagai tempat kisah ini terjadi. Karena kabupaten ini memang terletak di ujung timur pulau jawa.

Sehingga netizen banyak yang mengait-kaitkan Rowo Bayu adalah bagian dari cerita horor ini. Meski penulis cerita telah mengklarifikasi pada akun youtube Raditya Dika bahwa foto petilasan di Rowo Bayu dalam artikel hanyalah ilustrasi. Namun netizen terlanjur percaya. Bahkan , beberapa hari terakhir, banyak masyarakat mendatangi tempat ini untuk memastikan benar tidaknya bahwa Rowo Bayu merupakan tempat di mana kisah KKN di Desa Penari ini terjadi.

Menurut Sugito, Kepala Desa Bayu, diketahui wana wisata Rowo Bayu ini adalah sebuah destinasi wisata alam yang menyuguhkan pemandangan sebuah hutan asri, dengan rawa yang berair tenang di tengahnya. Letaknya sekitar 40 km dari pusat kota Banyuwangi, dan berada di kaki gunung raung dengan suasana tergolong sunyi.

Di tempat ini, ada lima sumber mata air yakni sumber mata air Kaputren, Dewi Gangga , Kamulyan , Panguripan, dan Sumber Mata Air Rahayu. "Rowo bayu tidak hanya sebuah tempat wisata alam, tempat ini juga sebagai tempat wisata sejarah Kerajaan Blambangan," kata Sugito.

Petilasan berbentuk candi yang ada di sekitar rawa , dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat favorit Prabu Tawangalun bertapa saat memerintah Kerajaan Blambangan pada dahulu kala .

Sementara itu Saji juru kunci petilasan Prabu Tawangalun mengatakan, Desa Bayu di Kecamatan Songgon ini juga lepas dari sejarah kota Banyuwangi. Hari jadi Banyuwangi yang selalu diperingati pada tanggal 18 desember juga terinspirasi dari perang besar yang pernah terjadi antara warga Blambangan melawan penjajah di Desa Bayu. "Perang ini dikenal dengan Puputan Bayu". Terjadi pada 18 Desember 1771 silam.

Puluhan ribu rakyat Blambangan tewas, akibat perang besar-besaran melawan penjajah Belanda. "Amat disayangkan ketika kisah KKN di Desa Penari dikaitkan dengan kawasan wisata Rowo Bayu ini," kata Saji.

Namun bagi Reza salah satu wisatawan, justru berita viral tentang KKN di Desa Penari membuatnya penasaran. Resa datang bersama rombongan ke lokasi Wana Wisata Rowo Bayu untuk memastikan benar tidaknya berita tersebut. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Siap-Siap Merinding, Film KKN di Desa Penari Tayang Tahun Depan

Dugaan Cerita Viral KKN Desa Penari Berada di Bondowoso

Begini Cerita Sebenarnya KKN di Desa Penari yang Gegerkan Warga
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  3 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  4 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  5 jam

Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  17 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber