Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Polda Jatim pada hari Senin melakukan pemeriksaan terhadap SA. Oknum PNS Pemkot Surabaya ini berstatus tersangka dalam kasus Asrama Papua Jalan Kalasan. Foto Nanda
ASN Pemkot Surabaya Ikut Diperiksa Atas Kasus Ujaran Rasisme
Selasa, 03-09-2019 | 11:11 wib
Oleh : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Penyidik Polda Jatim Selasa, (3/9) dini hari resmi menahan Tri Susanti, alias Susi. Tersangka kasus dugaan penyebaran informasi hoax, diskriminasi dan provokasi di Asrama Mahasiswa Jalan Kalasan, Surabaya.

Tri Susanti tersangka kasus dugaan penyebaran informasi hoax, diskriminasi dan provokasi di Asrama Mahasiswa Jalan Kalasan Surabaya, diperiksa secara maraton oleh Penyidik Subdit Lima Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur hingga Selasa (3/9) dini hari tadi. Tri Susanti dicecar 37 pertanyaan oleh penyidik terkait keterlibatanya dalam pengepungan Asrama Papua yang berlangsung pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu.

Tak tanggung-tanggung, penyidik butuh waktu hingga 12 jam lamanya untuk memeriksa Tri Susanti. Tercatat diperiksa mulai pukul 12.00 Wib Senin siang hingga pukul 24.00 Wib dini hari tadi. 

Sahid Kuasa Hukum Tri Susanti menyatakan, kliennya resmi ditahan pihak kepolisian dalam waktu 1x24 jam, terkait kasus pengepungan Asrama Papua.

Tri Susanti ditahan atas sangkaan pelanggaran pasal 45A ,ayat 2 junto undang-undang ITE pasal 28 ayat 2 tentang ujaran kebencian. Dimana didalamnya juga terdapat penyebaran berita bohong, yakni masalah bendera merah putih yang dirusak.

"Penahanan yang dilakukan penyidik terhadap Tri Susanti sangat  mengecewakan kami sebagai kuasa hukum. Pasalnya selama proses penyidikan Tri Susanti bersikap kooperatif dan tidak pernah menghilangkan barang bukti ataupun berupaya melarikan diri," kata Sahid.

Selain memeriksa Tri Susanti, Polda Jatim pada hari Senin juga melakukan pemeriksaan terhadap SA. Oknum PNS Pemkot Surabaya ini berstatus tersangka dalam kasus Asrama Papua Jalan Kalasan, yang dijerat dengan undang undang nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras.

SA juga diperiksa selama kurang lebih 12 jam, dan mendapatkan 37 pertanyaan dari penyidik seputar video Rasis yang viral di media sosial. Melalui penasehat hukumnya Ari Hans Simaela, dalam kasus ini sepatutnya pihak kepolisian juga menangkap penyebar video rasis tersebut. Sebab sebagai pemicu kerusuhan di Papua maupun Papua Barat.

Hingga Selasa dini hari, belum ada keterangan dari kepolisian terkait pemeriksaan SA. Sebab harus menginap dan dilanjutkan pada pagi hari. (pul/vd:yan)

Berita Terkait


S-A Tersangka Rasisme Asrama Papua Tempuh Jalur Pra Peradilan

Inilah Sosok Veronica Koman, Paling Dicari Pasca Ricuh Papua

Polda Jatim Tetapkan Veronika Koman Sebagai Tersangka Provokasi Papua

Ditahan, PNS Pemkot Surabaya Meminta Maaf pada Warga Papua


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber