Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Satu Muharram, Warga Ponorogo Gelar Larung Sesaji di Ngebel
Senin, 02-09-2019 | 16:30 wib
Oleh : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Memperingati bulan Suro, ribuan warga Ponorogo menggelar tradisi ritual Larung Sesaji di Telaga Ngebel. Selain sebagai bentuk rasa syukur, Larung Sesaji ini bagian dari pelestarian budaya masyarakat adat setempat.

Ribuan masyarakat, baik asal Desa Ngebel hingga luar Desa Ngebel tumpah ruah melihat tradisi Larung Sesaji yang digelar setiap 1 Muharam atau 1 Suro.

Sebanyak 4 buah tumpeng raksasa hasil bumi, diarak mengelilingi Telaga Ngebel, kemudian nantinya dipurak serta dilarung di Telaga Ngebel. Namun sebelum dilakukan Larung Sesaji, berbagai tarian tradisional dipertunjukan ke para wisatawan.

Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni, mengatakan, tradisi masyarakat adat Ngebel ini dilakukan setiap tahun. Dimana merupakan bentuk rasa syukur masyarakat adat setempat atas semua berkah melimpah, dan dihindarkan dari mara bahaya.

Salah satu tumpeng kemudian dilarung ke tengah telaga oleh beberapa tokoh desa, kemudian ditenggelamkan. Prosesi Larung Sesaji ini juga menarik, berbagai wisatawan, baik dari dalam Kota Ponorogo, maupun wisatawan dari luar Ponorogo.

"Tradisi masyarakat harus tetap dilestarikan, agar ke depan dapat dilihat oleh anak cucu kita. Karena selain bagian dari budaya, namun juga mengandung nilai-nilai untuk selalu menjaga alam sekitar," ujar Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni. (yos)

Berita Terkait


Tradisi Rajah Tubuh di Bulan Muharram Terus Dilestarikan

Satu Muharram, Warga Ponorogo Gelar Larung Sesaji di Ngebel

Peringati Tahun Baru 1441 Hijriyah, Ratusan Siswa SD-SMP Ikuti Pawai Lampion

Peringati Tahun Baru Islam 1441 H, Jamaah Masjid di Surabaya Ikut Sedekah Darah


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber