Berita Terbaru :
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Daur Ulang Barang Ronsokan, Perajin Rebana Beromzet Rp 80 Juta Per Bulan
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 31-08-2019 | 22:10 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Kejelian membaca peluang bisnis, dapat merubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Seperti yang dialami oleh mantan pedagang bakso keliling di Pasuruan, yang sukses setelah beralih menjadi seorang pengrajin alat musik rebana.

Dengan memanfaatkan barang rongsokan yang terbuat dari alumunium yang didaur ulang, pengrajin ini berhasil menciptakan alat musik rebana yang berkualitas.

Pemasaran alat musik rebana yang terbuat dari daur ulang alumunium tersebut, saat ini sudah merambah ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Kalimantan. Dari penjualan alat musik rebana tersebut, pengrajin mampu mendapatkan omzet hingga Rp 80 juta setiap bulan.

Adalah Sulaiman (34) warga Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, sukses menjadi seorang pengrajin alat musik rebana.

Barang rongsokan yang dijadikan bahan dasar oleh Sulaiman, diantaranya velg sepeda motor, blok mobil, serta panci masak yang sudah rusak.

Untuk proses pembuatan alat musik rebana tersebut, diawali dengan melebur bahan baku yang berasal dari rongsokan alumunium tersebut dengan menggunakan panas yang sangat tinggi, disebuah tungku yang dibuat secara manual. Setelah mencair, alumunium kemudian dituangkan kedalam cetakan dan ditutup dengan menggunakan tanah.

Beberapa saat kemudian, cetakan tersebut diangkat dan dilanjutkan dengan proses penghalusan pada bagian yang kasar. Setelah halus, baru lah dilakukan proses finishing yakni mengecat rebana hingga memasang bagian atas rebana, yakni memasang membran atau selaput yang terbuat dari plastik mika untuk mempercantik dan menyempurnakan bentuk rebana.

Untuk harga satu alat musik rebana, Sulamian memberi harga berbeda-beda sesuai dengan bentuk dan ukuran. Untuk yang berukuran 8 inch dijual dengan harga Rp 500 ribu. kemudian delapan seperempat inch dijual dengn harga Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu dan yang berukuran Rp 9 inch, dijual Rp 1,2 juta. (yos)

Berita Terkait

Daur Ulang Barang Ronsokan, Perajin Rebana Beromzet Rp 80 Juta Per Bulan
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  4 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber