Berita Terbaru :
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
   

PGIW Jawa Barat Gelar Doa Khusus Untuk Papua
Citizen Journalism  Sabtu, 31-08-2019 | 21:30 wib
Reporter :
Foto istimewa
Bandung pojokpitu.com, Sekum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jawa Barat Pendeta Paulus Wijono mengatakan gereja harus hadir dan konkrit dalam situasi yang tidak mudah seperti apa yang dirasakan warga papua. Gereja harus jadi rumah bersama tanpa melihat golongan dan etnis termasuk Papua.

Hal tersebut terungkap saat Ibadah dan Doa Khusus Untuk Papua yang diselenggarakan oleh PGIW Jawa Barat dengan tema "Aku Papua Aku Indonesia", di Gereja GPIB Bethel Bandung, (30/8) malam.

Pendeta Paulus mengatakan doa untuk Papua salah satu bentuk upaya dan kepedulian gereja dalam menyikapi kondisi yang terjadi terhadap masyarakat Papua. "Papua adalah kita warga gereja. Orang Papua adalah kita. Kita mau berdoa saat ini untuk Papua," tutur Paulus.

Berbagai informasi di media sosial membuat kita harus bijak supaya kita tidak terprovokasi dengan macam-macam berita hoax, ucap Sekum PGIW Jabar. Pada kesempatan yang sama, Rohaniawan mahasiswa Universitas Maranatha Bandung, Pendeta Hariman Patianakota mengatakan Papua rasa, kita di Jawa rasa. Kita satu dalam kemanusiaan. Berbeda beda tapi satu.

"Jika Papua menangis kita menangis. Jika Papua sakit kita merasa sakit. Kita ingin Papua damai dan Indonesia damai," kata Paulus.

Kita rindu masyarakat Papua menari dan menyanyi lagi. Kita melihat ada harapan yang Indah di Papua dan Indonesia. Air mata Papua adalah Air mata kita. Papua adalah kita Papua adalah Indonesia. tutup Pendeta Paulus.

Dalam acara Doa Khusus Papua tersebut dilakukan doa berantai dengan berbagai bahasa diantaranya, bahasa Sunda, Minahasa Manado, Jawa, Ambon Maluku, Batak, Nias, dan Karo. Hal itu mencerminkan Indonesia berbeda-beda tetap satu termasuk Papua. (pul)

Berita Terkait

Syamsul Arifin, ASN Kasus Rasisme Papua Divonis 5 Bulan Penjara

Pengurangan Atlit Masih Menunggu PP Keluar Dari Presiden

Jatim Siap Menjadi Tuan Rumah Pendamping Pon

DPD RI Surati Presiden Terkait Nasib 13 Cabor Yang Gagal Dilombakan Pada PON XX 2020 Papua
Berita Terpopuler
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  4 jam

Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  15 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  12 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber