Berita Terbaru :
Total 510 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Batal Berangkat ke Tanah Suci
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
   

Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Merosot
Pantura  Sabtu, 31-08-2019 | 13:21 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Sebagian nelayan lainnya yang nekat melaut hasil tangkapanya turun drastis. Foto: Khusni Mubarok
Berita Video : Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan Merosot
Tuban pojokpitu.com, Ombak besar hingga 4 meter disertai angin kencang membuat sebagian nelayan di pantai utara Tuban berhenti melaut.

Cuaca buruk terjadi sejak sepekan terakhir, mengakibatkan sebagian besar nelayan di Desa Kradenan, Kecamatan Palang Tuban berhenti melaut. Sejumlah nelayan yang masih nekat melaut, hanya berani menempuh jarak dua hingga tiga mil saja. Mereka khawatir ombak besar menghantam dan merusak perahu mereka.

Didik salah satu nelayan mengatakan, sejumlah nelayan yang nekat melaut, hasil tangkapanya turun dratis. Jika biasanya dalam kondisi normal, setiap perahu nelayan tradisional mampu menghasilkan rata-rata 20 sampai 30 kilogram ikan. Namun akibat cuaca buruk ini, perolehan mereka hanya mencapai 12 hingga 15 kilogram saja.

Para nelayan kini berusaha menepikan perahu ke sungai anak laut, agar tidak rusak dihantam ombak. Untuk mengisi waktu luang, sebagian terpaksa hanya memperbaiki alat tangkap ikan dan perahu masing masing.

Cuaca buruk ini biasa disebut nelayan sebagai musim angin timuran. Pada angin timuran ini, terjadi ombak besar dan angin kencang. Tangkapan nelayan pun sepi.

Dari data BMKG Tuban, cuaca buruk dan gelombang tinggi yang mencapai 2 hingga 4 meter ini, akan berlangsung hingga sepekan mendatang. Untuk itu, para penguna jasa laut dan para nelayan, di himbau untuk selalu waspada. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Cuaca Ekstrim, Nelayan Pesisir Panarukan Enggan Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Enggan Melaut

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan

Cuaca Buruk, Dalam 2 hari 20 Penerbangan Delay
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  7 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  8 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  6 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber