Berita Terbaru :
Lima Guru Positif Covid-19, Begini KBM di SDN Plaosan 1
Positif Covid-19 di Tuban Tembus 157 Kasus
Traffic Light Lumajang Dipasang Garis Jaga Jarak Layaknya Starting Grid Moto GP
Kembangkan Bakat, 5 ABK Membuat Grup Band
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
   

Dua Kurir Sabu Jaringan Lapas Porong Dibekuk Polisi
Peristiwa  Rabu, 28-08-2019 | 18:45 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Dua sopir truk tronton berhasil dibekuk petugas Unit Reskrim Polsek Tandes Surabaya, lantaran terlibat peredaran narkoba jaringan Lapas Porong. Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita barang bukti sekitar 219 gram narkotika jenis sabu-sabu, 15 butir pil ekstasi,dan 1000 butir pil koplo.

Dua sopir truk yang diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Tandes Surabaya, lantaran aksinya selama ini menjadi kurir sabu-sabu. Mereka adalah Ade Beben Waluyo (24), warga Dusun Tabon Kabupaten Madiun dan Ali Tatak Satrio Wibowo (28) warga Tandes Surabaya.

Keduanya merupakan kurir narkoba yang sudah lama menjadi target incaran polisi. Sebab, setelah dilakukan pengintaian selama kurang lebih satu bulan, polisi akhirnya menangkap keduanya di rumah kost Ali di kawasan Tandes Surabaya.

Kompol Kusminto, Kapolsek Tandes Surabaya mengatakan, selain mengamankan keduanya, petugas juga menyita barang bukti sekitar 219 gram narkotika jenis sabu-sabu,15 butir pil ekstasi, dan 1000 butir pil koplo. Bahkan saat diinterogasi, para pelaku mengaku biasa bertransaksi dengan sistem ranjau.

"Awalnya, mereka mengemas dengan paket eceran dan mulai mengirim pesanan dengan cara membuang poket sabu di tempat yang sudah ditentukan," kata Kompol Kusminto, Kapolsek Tandes.

Sementara itu, di hadapan polisi, salah satu Ali Tatak Satrio Wibowo mengaku sudah satu bulan terakhir memiliki pekerjaan sampingan sebagai kurir narkoba. Ia juga mengaku mendapat komisi Rp 200 ribu sekali mengantarkan narkoba. Hal ini terpaksa dilakukannya lantaran tengah butuh uang untuk membeli susu untuk ketiga anaknya, mengingat gaji sebagai sopir truk dirasa masih kurang.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus ini, karena dari hasil pengakuan keduanya, jaringan narkoba ini dikendalikan oleh seorang bandar yang saat ini mendekam di Lapas Porong Sidoarjo.(end)

Berita Terkait

Bekuk 3 Kurir Narkoba, Polsek Kepanjen Amankan Sabu dan Ganja

Jadi Kurir Sabu, Seorang Sopir Tronton Diamankan di Pom Bensin

Dua Kurir Sabu-Sabu Jaringan Madura Ditangkap

Jadi Kurir Sabu, Janda 2 Anak Divonis 14 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  8 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  12 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  9 jam

Persidangan Abah Ipul, Kabag ULP Sangadji Ungkap Pemberian Uang 200 Juta
Hukum  8 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber