Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Ali Imron dan Amin Rois mengaku harus menipu orang lain agar bisa menutupi hutang ibu, kepada para nasabahnya. Foto Ahmad Arif
Ternyata Anak Umi Salma Merasa Tertipu Ibunya
Rabu, 28-08-2019 | 16:08 wib
Oleh : Ahmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Kasus invesatasi bodong di Lumajang, dengan tersangka Umi Salma, ternyata tidak hanya menyebabkan ribuan para nasabahnya tertipu. Namun, kedua anak Umi Salma yang juga menjadi tersangka atas kasus penipuan ini, juga merasa tertipu oleh ibunya.

Hal tersebut terungkap, setelah Kepolisian Resort Lumajang, melakukan konfrontir antara Umi Salma dengan kedua anaknya yakni Ali Imron dan Amin Rois. Konfrontir dilakukan karena hasil pemeriksaan polisi, tersangka Umi Salma berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu anak Umi Salma yakni Ali Imron, mengaku terlibat melakukan sejumlah aksi penipuan. Karena ingin membantu ibunya untuk membayar uang nasabahnya.

Seperti diketahui, Umi Salma, warga Desa Sentul Lumajang melakukan kegiatan bank gelap atau investasi bodong. Dengan cara menghimpun uang dari nasabah selama 31 tahun. Bermodal kepercayaan, ribuan nasabahnya ini menginvestasikan uangnya kepada tersangka.

Namun karena uang yang diinvestasikan tidak bisa diputar lagi CV Pernata Bunda, akhirnya uang milyaran rupiah milik nasabah tidak bisa dikembalaikan. (pul/vd:yan)

Berita Terkait


Terlapor Investasi Bodong, Lapor Balik Berita Hoax dan Pencemaran Nama Baik

Puluhan Korban Investasi Bodong Datangi SPKT Polresta Mojokerto

Ternyata Anak Umi Salma Merasa Tertipu Ibunya

Sindikat Penipuan Investasi Bodong


Polisi Olah TKP Kasus Investasi Bodong

Posko Pengaduan Investasi Bodong

Korban Investasi Bodong Meluas ke Tiga Wilayah

Tersangka Investasi Bodong Lumajang Ditangkap di Bali

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber