Berita Terbaru :
Traffic Light Lumajang Dipasang Garis Jaga Jarak Layaknya Starting Grid Moto GP
Kembangkan Bakat, 5 ABK Membuat Grup Band
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
Program Diskon Pajak Selama Corona Berhasil Meningkatkan PAD Rp 562 Milyar
Kemenko PMK Tinjau Ruang PUPR Untuk Pasien Suspect Covid 19
   

Sindikat Penipuan Investasi Bodong
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 27-08-2019 | 19:00 wib
Reporter : Achmad Arif
Berita Video : Sindikat Penipuan Investasi Bodong
Lumajang pojokpitu.com, Setelah melakukan penyeldiikan, akhirnya kepolisian Resort Lumajang, menetapkan dua anak Umi Salma, pelaku investasi bodong sebagai tersangka.

Keduanya diduga terlibat langsung ikut melakukan penipuan untuk memperlancar bisnis investasi bodong ibunya. Polisi sengaja mendatngkan para korban penipuan dari luar wilayah Lumajang, untuk dilakukan konfrontir.

Sidqi, warga Malang ini sengaja datang untuk bisa menemui umi salma dan kedua anaknya, yakni Amin Rois dan Imron. Ia melampiaskan kemarahannya kepada para tersangka, karena merasa tertipu mereka. Sembilan mobil di showroomnya telah dijual oleh Umi Salma dan kedua anaknya.

Modusnya, korban memberikan mobil di showroomnya untuk dijualkan. Namun, dari hasil penjualan sembilan mobil tersebut korban tidak pernah mendapatkan uang sama sekali. Total kerugian yang dialami korban mencapai satu milyard lebih.

Tidak hanya Sidqi, warga lain dan saudara umi salmah juga banyak menjadi korban sindikat penipuan satu keluarga ini.

AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang, mengatakan, rata-rata korban percaya kepada mereka dengan memberikan BPKB, surat-surat tanah dan bangunan untuk dijaminkan ke bank.
"Kepada polisi, para korban mengkau tidak sadar meminjamkan surat-surat berharga mereka," kata AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Kini, kedua anak Umi Salma akan disasangkakan pasal penipuan. Sementara, untuk Umi Salmah sendiri akan dikenakan pasal berlapis, yakni undang-undang perbankan dan pasal penipuan dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. (yos/vd:yan)

Berita Terkait

Kelabuhi Puluhan Nasabah Lewat Investasi Bodong, Perempuan di Banyuwangi Ditangkap Polisi

Puluhan Ibu-Ibu Korban MLM Melapor Ke Polisi

Tipu Investasi Rp 15 Miliar, Pasutri Divonis Berbeda

Polisi Terus Kejar Aset Istri Sirinya Galih Kusuma
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  6 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  9 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  7 jam

Karena Tak Terima Bansos, Kades dan Warga Gruduk ke UPT Pertanian
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber