Berita Terbaru :
Gelar Reses, Wakil Ketua DPRD Jatim Fokuskan Antisipasi Corona
Satu ASN Positif Corona, Kemenag Berlakukan Karantina Mandiri
Posko Terpadu Pemantauan Warga Pendatang Dioperasikan di Stasiun dan Terminal
Sebut Dokter RSNU Positif Corona, WA Bupati Tuban Langsung Jadi Viral
Warga Magetan Jaga Kawasan Tertib Physical Distancing
Pemkab Ngawi Hapus Tarikan Retribusi Pedagang Pasar
Petugas dan Tim Medis Diperintahkan Awasi Zona Merah
Gara-Gara Tagihan Listrik Warga Blitar Tewas Ditusuk
Penghadang Rombongan Bupati Tulungagung Diamankan Polisi
5 Hari Sudah Pencarian, Adelia Safitri Korban Hanyut Tak Ditemukan
Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Masuk Zona Merah, Akses Gerbang Tol Madiun Diperketat
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Dibuka Kembali
Ratusan Santri Lirboyo Telah Tiba di Probolinggo
Kabupaten Madiun Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
   

Menebar Jaring Ikan, Nelayan Panarukan Terjatuh ke Laut
Tapal Kuda Dan Madura  Senin, 26-08-2019 | 16:15 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Seorang nelayan asal Panarukan Situbondo , terjatuh dari atas perahu slerek, korban diduga hanyut ke dalam laut dan terseret jaring ikan yang dirinya tebar ke laut.

Pada pencarian atau penyisiran di hari pertama, dilakukan oleh tim Basarnas Jember, BPBD, Tagana dan Polr Airut Polres Situbondo serta nelayan setempat.

Nelayan bernama Johan (27) dinyatakan hilang setelah menebar jaring ikan. Korban bersama nelayan lainya berangkat dari dermaga panarukan menggunakan kapal slerek bernama romat, pada Minggu sore. Lokasi mencari ikan kurang lebih 10 hingga 12 mil dari pesisir panarukan.

Johan diduga hilang dan terseret ke dalam air laut atau tenggelam saat menebar jaring ikan ke laut. Rekan korban baru mengetahui korban sudah tidak ada berada diatas perahunya. Meski rekan korban sempat mencari, namun kondisi di malam hari tak membuahkan hasil.

Rudi Prahara, Dantim Basarnas Jember, menerangkan, dua perahu karet milik BPBD dan tagana dikerahakan ke lokasi korban terjatuh dari atas perahu slerek. "Penyisiran juga ditambah armada perahu boat milik pol air dan dua perahu slerek milik nelayan panarukan," ujar Rudi Prahara.

Tim gabungan disebar untuk melakukan penyisiran di beberapa mil dari lokasi korban terjatuh. Hingga Senin (26/8) siang, tim tanggap darurat tidak menemukan korban.

Jika hingga Senin sore tim gabungan tidak menemukan korban, pencarian akan dilanjutkan pada esok hari. Jauhnya lokasi kejadian dari bibir pantai, menjadi kendala utama bagi tim gabungan untuk bisa menemukan korban. (yos)

Berita Terkait

Gelombang Tinggi Menghambat Pencarian Nelayan Hilang

Perahu Pecah Dihantam Ombak, Satu Nelayan Dinyatakan Hilang

Seorang Nelayan Pamekasan Hilang Saat Berangkat Melaut

Menebar Jaring Ikan, Nelayan Panarukan Terjatuh ke Laut
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  16 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  15 jam

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Malang Raya  12 jam

Physical Distancing Diperluas, Cegat Kendaraan Masuk Kota Batu
Malang Raya  9 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber