Berita Terbaru :
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
Dindik Tunggu Restu Tim Gugus Tugas Untuk Memulai KBM
Serentak, PPDB di Madiun Bakal Dilaksanakan Pada 23 Juni Mendatang
Sosialisasi PPDB SMA-SMK Online
Pria Paruh Baya Tewas Mendadak di Pinggir Jalan
Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Ditemukan Dengan Banyak Luka di Kebun Jeruk
Menkes dan Kepala BNPB Apresiasi Pemprov Jatim Tangani Covid 19
Pemerintah Tunda Keberangkatan Haji Karena Pandemi Covid 19
12 Warga Desa Giripurno Kota Batu Positif Covid-19
Samsat Surabaya Timur Siap Menerapkan New Normal
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
   

Ribut Antar Perguruan Silat, Sejumlah Pesilat Terluka
Pantura  Senin, 26-08-2019 | 12:52 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Belum diketahui penyebab pasti keributan ini. Dugaan sementara, gesekan terjadi akibat aksi saling ejek dan dendam lama antar individu. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Keributan antar perguruan silat terjadi di Kabupaten Tuban. Dua kelompok pencak silat terlibat aksi lempar batu, hingga menyebabkan sejumlah pesilat terluka.

Gesekan antar perguruan silat terjadi di Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Minggu (25/8) sore. Aksi saling serang antara anggota Pencak Silat Setia Hati Terate dan Pagar Nusa ini terjadi setelah ratusan orang yang sedang konvoi dengan sepeda motor hendak mengikuti kegiatan di Kawasan Kecamatan Singgahan Tuban. Di lokasi kejadian, kelompok ini terlibat gesekan dengan anggota PSHT yang mengadakan acara di Kecamatan Parengan Tuban.

Keributan ini diduga terjadi akibat aksi saling ejek dan dendam lama antar individu. Namun, karena mereka berada di dalam kelompok tersebut, kemudian timbul keributan antara kelompok pencak silat ini.

Paska terjadinya, situasi di wilayah kecamatan parengan sudah kondusif. Hal itu menyusul adanya pengamanan dari Polres Tuban. Namun, akibat kejadian ini, sejumlah pesilat mengalami luka-luka. Dalam kejadian ini, polisi mengamankan sejumlah pesilat yang diduga menjadi provokator keributan ini.

Rowi salah satu anggota perguruan silat yang diamankan membantah dirinya sebagai pelaku. Justru merasa menjadi korban pengeroyokan saat kejadian berlangsung.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, serta jumlah korban luka. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Dua Kelompok Silat Bentrok, Polisi Lakukan Penyisiran

Pengurus PSHT : Insiden Penusukan Terhadap Heru Tidak Ada Kaitan dengan Perguruan Silat

Dituduh Bacok Anggota PSHT, Pesilat Pagar Nusa Lapor Ke Polda Jatim

2 Pesilat Dirawat di Rumah Sakit, Belasan Lainnya Luka-Luka
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  7 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  4 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  4 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  2 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber