Berita Terbaru :
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Festival Paralayang di Bukit Tunggangan Trenggalek Diikuti Atlet Berbagai Daerah di Indonesia
Olah Raga  Sabtu, 24-08-2019 | 13:00 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Festival paralayang nasional 2019 digelar di Bukit Tunggangan Trenggalek. Festival tersebut diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan 6 kelas yang dilombakan.

Sekretaris pengurus provinsi Paralayang Jawa Timur, Samsul Hadi, mengatakan, kegiatan ini diikuti 70 peserta dari berbagai daerah di indonesia seperti Jawa Barat, NTB, Sulawesi Utara, Sumatra Barat dan para atlet dari Jawa Timur serta daerah lainnya.

Event di Trenggalek ini terdiri dari dua agenda, yakni liga seri ke 3 jatim yang diperuntukkan bagi atlet asal Jatim serta festival paralayang terbuka yang diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia. "Untuk kategori yang dilombakan ada 6 yaitu junior putra putri, senior putra putri, usia 19 putra putri, usia 21 putra putri overall dan veteran," kata Samsul Hadi.

Bukit tunggangan yang berada di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan,Kabupaten Trenggalek, memiliki ketinggian sekitar 250 MDPL. Akses jalan menuju puncak bukit masih menjadi kendala.

Akses jalan masih beton dan sebagian makadam, juga tingkat kemiringan yang curam. Namun demikian, kondisi medan yang ekstrem tersebut dibayar lunas ketika sampai di titik puncak.

Peserta paralayang bisa menikmati pemandangan bukit-bukit sekitar, hamparan sawah yang luas, jalan raya dan perumahan warga yang akan memanjakan mata.

Salah satu peserta asli Trenggalek, Ega Wahyu Perdana, mengaku, sudah sering menjajal bukit tunggangan. Pemandangannya istimewa, perumahan warga, sawah, gunung terlihat indah saat terbang. Angin menjadi kendala untuk terbang di bukit tunggangan.

"Waktu yang aman untuk terbang pada pagi hari sekitar pukul 10.00. kalau setelah jam 12.00 anginnya sudah relatif kencang jadi tidak bisa dilakukan penerbangan," ujar Ega Wahyu Perdana.

Rencananya tahun depan, Federasi Aerosport Indonesia (Fasi) Jawa Timur, akan mengusulkan bukit tunggangan di trenggalek ini untuk arena ajang paralayang Trip Of Indonesia (Troi).

Kedepannya juga akan diajukan untuk kegiatan skala internasional. Namun, masih perlu ada pembenahan terkait sarana dan prasarana khususnya jalan menuju ke titik puncak bukit. Festival paralayang ini diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai 25 Agustus 2019. (yos)

Berita Terkait

Wisata Tandem Paralayang Terkendala Cuaca Buruk

Gunung Sumo Ilang, Surga Bagi Olahraga Paralayang

Festival Paralayang di Bukit Tunggangan Trenggalek Diikuti Atlet Berbagai Daerah di Indonesia

Wabup Soedjarno Buka Kejuaraan Paralayang Liga Jatim Seri 2 di Ponorogo
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  9 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  5 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  7 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  8 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber