Berita Terbaru :
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
   

Aris Terpidana Cabul 9 Gadis di Bawah Umur Akan Dieksekusi Kebiri Kimia
Hukum  Sabtu, 24-08-2019 | 12:20 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Muhamad Aris terpidana kasus pencabulan warga Desa Mengelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, akan dieksekusi oleh Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman kebiri kimia. Eksekusi ini sesuai dengan hasil putusan vonis dari majelis hakim hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Muhamad Aris (20) ini dijatuhi hukuman cukup berat, usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tinggi Jawa Timur, yakni berupa hukuman kebiri kimia. Terpidana yang berprofesi sebagai tukang las ini, terbukti mencabuli 9 orang gadis di bawah umur.

Muhammad Aris diringkus satuan reserse kriminal Polres Mojokerto Kota pada oktober 2018 lalu berkat rekaman kamera CCTV saat melancarkan aksi bejatnya terhadap salah satu korban.

Menurut Nugroho Wisnu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mojokerto, putusan hukuman kebiri kimia ini dijatuhkan hakim, setelah terdakwa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur pada pertengahan bulan Juli lalu. "Padahal awalnya Muhammad Aris hanya dijatuhi hukuman penjara 12 tahun dan denda Rp 100 juta oleh Hakim Pengadilan Negeri Mojokerto," kata Nugroho Wisnu.

Pihak Kejaksaan Negeri Mojokerto masih berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk mengebiri korban. Pasalnya, belum pernah ada rumah sakit di Mojokerto yang melakukan eksekusi kebiri, sehingga sejumlah persiapan harus dilakukan. Seperti obat kimia dan alat yang dibutuhkan. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Guru Pramuka Sodomi 15 Siswa Divonis Kebiri Kimia

Akui Terpidana Alami Gangguan Kejiwaan, Keluarga Menolak Hukuman Kebiri

Terpidana Hukuman Kebiri Kimia Ditempatkan di Ruang Khusus Isolasi

Dokter Anggap Hukuman Kebiri Kimia Tidak Efektif
Berita Terpopuler
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  2 jam

Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  5 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  17 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber