Berita Terbaru :
Nenek Renta Tinggal Di Gubug Reot Tak Layak Huni
14 Hari Pasca Ultimatum Presiden, Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Covid di Jatim Tertinggi di Indonesia
Dinkes Lakukan Tracing dan Swab Di Sarangan
Meninggal Di RS Covid , Keluarga Tolak Dimandikan
Terjatuh Hindari Jalan Berkubang, Pegoes Asal Surabaya Tewas Terlindas Truk Tronton
Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Tolak RUU HIP
Persentase Pasien Covid-19 Meninggal di Jatim Melebihi Luar Negeri
Taman Wisata Ngawi Mulai Ramai Pengunjung
Begini Tantangan Peternak Sapi di Tengah Pandemi Covid-19
Pemkab Magetan Gratiskan Rapid Test Bagi Pelajar, Mahasiswa, ASN dan Ibu Hamil
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
   

Polisi Olah TKP Kasus Investasi Bodong
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 23-08-2019 | 17:11 wib
Reporter : Achmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Dalami kasus investasi bodong, tim penyidik kepolisian Lumajang menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di bekas kantor tersangka, di Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Hasilnya, polisi menemukan banyak fakta baru, termasuk dugaan sindikat penipuan yang melibatkan kedua anaknya.

Saat digelandang ke bekas kantor CV. Permata Bunda, tersangka kasus investasi bodong, Umi Salma disambut teriaki para tetangganya sendiri yang menjadi korban. Bahkan, salah korban sampai meneteskan air mata saat mengungkapkan kemarahannya pada tersangka.

Di rumah inilah, tersangka Umi Salma menghimpun dana dari para nasabahnya, melalui dua sistem, yakni sistem tabungan hari raya dan sistem tabungan bulanan atau investasi, selama tiga puluh satu tahun lamanya.

Polisi berhasil menemukan fakta baru, yakni perihal kasus penipuan surat tanah, bangunan dan kendaraan yang melibatkan kedua anaknya, yakni Al Imron Rosyidi (30) dan adiknya Al Amin Rois (24) yang tengah menjalani proses pemeriksaan.

AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang, mengatakan, tidak hanya rumah, polisi juga mengecek sebuah bangunan bekas butik milik tersangka.

"Dari pemeriksaan dan keterangan saksi-saksi, ternyata dua bangunan milik tersangka ini tengah disita oleh salah satu bank. Karena telah dianggunkan oleh tersangka sebesar dua milyard rupiah," kata Kapolres.

Tetangga tersangka yang menjadi korban investasi bodong ini tak menyangka jika tersangka telah menjalankan bisnis gelap selama bertahun-tahun.

Awalnya para tetangga ini percaya dan menginvestasikan uangnya karena Umi Salma memiliki banyak usaha, seperti pabrik pengolahan kayu, gerai butik, cafe hingga rumah kost, meski ternyata abal-abal.

Hingga kini, polisi belum menemukan aset tersangka yang masih dimilikinya, karena rata-rata aset Umi Salma ini telah disita bank. (yos)

Berita Terkait

Kelabuhi Puluhan Nasabah Lewat Investasi Bodong, Perempuan di Banyuwangi Ditangkap Polisi

Puluhan Ibu-Ibu Korban MLM Melapor Ke Polisi

Tipu Investasi Rp 15 Miliar, Pasutri Divonis Berbeda

Polisi Terus Kejar Aset Istri Sirinya Galih Kusuma
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  17 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  16 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  15 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber