Berita Terbaru :
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
   

Posko Pengaduan Investasi Bodong
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 23-08-2019 | 05:10 wib
Reporter : Ahmad Arif
Lumajang pojokpitu.com, Kepolisian Resort Lumajang, membuka posko pengaduan korban investasi bodong yang dilakukan oleh tersangka Umi Salmah. Hal ini dilakukan, karena masih banyak korban yang mengku menjadi korban investasi bodong pengelola CV. Permata Bunda itu.

Polisi terus melakukan pemeriksaan secara maraton kepada Umi Salmah, warga Desa Sentul Lumajang. Polisi melakukan pendalaman terhadap modus yang dilakukan tersangka dalam menipu korbannya.

AKBP Muhammad Arsal Sahban, Kapolres Lumajang, mengatakan, kepada polisi, tersangka mengaku ada dua modus yang dilakukannya, yakni dengan mengumpulkan uang untuk tabungan hari raya dan juga ada tabungan bulanan.

Untuk tabungan hari raya, Umi Salmah memanfaatkan ketua kelompok untuk mencari nasabahnya. Sementara, untuk tabungan bulanan, nabah bisa langsung menginvestasikan uangnya kepada tersangka secara langsung. Praktis, korban investasi bodongpun semakin bertambah.  

"Dari dua modus tersebut, polisi akhirnya membuka posko pengaduan investasi bodong di mapolres setempat. Hal ini dilakukan untuk bisa memetakan lebih banyak lagi kasus-kasus yang dilakukan tersangka," kata AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Berdasarkan catatan kepolisian, ada sekitar seribu lima ratus enam puluh empat nasabah yang menjadi korban. Total kerugian sementara yang dialami para nasabah, sekitar lima milyar lebih. (yos)

Berita Terkait

Kelabuhi Puluhan Nasabah Lewat Investasi Bodong, Perempuan di Banyuwangi Ditangkap Polisi

Puluhan Ibu-Ibu Korban MLM Melapor Ke Polisi

Tipu Investasi Rp 15 Miliar, Pasutri Divonis Berbeda

Polisi Terus Kejar Aset Istri Sirinya Galih Kusuma
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  15 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  14 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  13 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber