Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Ratusan Warga Ikuti Tradisi Rebutan Buceng di Klenteng Kwan Sing Bio
Kamis, 22-08-2019 | 20:10 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Ratusan warga dan jamaah klenteng terlibat desak-desakan dan saling dorong berebut sesaji di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur.

Hanya butuh waktu satu menit, seribu lima ratus bungkus sesaji ludes diserbu warga. Rebutan nasi buceng ini merupakan tradisi upacara penghormatan terhadap arwah leluhur.

Sejak pagi, ratusan warga dan para jamaah Tionghoa sudah memadati halaman klenteng kwan sing bio, di Jalan Re Martadinata, Tuban. Mereka rela menunggu berjam-jam untuk ikut memperebutkan sesaji berupa makanan yang sudah disiapkan di atas panggung.

Pada saat bersamaan, pengurus dan jamaah klenteng berlambang kepiting ini menggelar ritual sembahyang. MNereka bersama-sama memberi penghormatan di hadapan altar nenek moyang dan para leluhur. Ritual berlangsung khitmad selama kurang lebih tiga puluh menit.

Setelah ritual selesai, aba-aba dengan tanda tabuh beduk, rebutan dimulai langsung dibunyikan. Ratusan warga dan jamaah klenteng seketika merangsek maju merebut deretan sesaji. Seakan takut tak kebagian, warga terlibat saling dorong berebut buceng berisi makan.

Hanya dalam waktu dari tiga puluh detik, seribu lima ratus sesaji habis diserbu warga. Mereka yang cekatan bisa mendapat lebih dari satu sesaji. Namun ada pula para wanita dan lanjut usia tidak mendapat apa-apa, karena kalah terdorong.

Bagi Ofan, warga, meraka yang sudah memperoleh sesaji langsung pulang ke rumah untuk makan bersama keluarga. Tradisi rebutan buceng ini sudah menjadi langganan warga, karena dianggap sebagai rejeki. Namun, sebagian warga juga mengaku baru pertama kali ikut.

Gunawan Putra Wirawan, Ketua Klentheng Kwan Sing Bio Tuban, mengatakan, tradisi sembahyang rebutan atau disebut sedekah bumi ini sudah dilakukan jamaah klenteng kwan sig bio sejak ratusan tahun silam.

"Hal ini dilakukan untuk memberi penghormatan kepada arwah para leluhur, yang tidak memeliki keluarga lagi dan tak terurus. Sehingga umat tri dharma mengirimkan doa kepada para arwah tersebut," kata Gunawan Putra Wirawan.

Sesaji yang diperebutkan warga ini berisi nasi, mie instan, camilan, gula, garam dan roti. Setiap buceng merupakan sesaji dari jamaah klenteng yang diberi tanda berupa bendera bertuliskan nama penyumbang. (yos)

Berita Terkait


Ratusan Warga Ikuti Tradisi Rebutan Buceng di Klenteng Kwan Sing Bio


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber