Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Asrama Mahasiswa Papua Surabaya Sudah Kondusif
Kamis, 22-08-2019 | 18:29 wib
Oleh : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Pasca insiden pengepungan 16 Agustus di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, hari ini kondisi asrama sudah terpantau kondusif. Meski begitu, banner yang menyatakan penolakan kedatangan masih terpasang di depan gerbang asrama.

Hingga pada Kamis siang tadi, kondisi asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya sudah terpantau kondusif. Di luar asrama, tak terlihat adanya aktifitas khusus, baik dari mahasiswa maupun penjagaan dari pihak kepolisian. Namun beberapa mahasiswa dari dalam asrama nampak mengamati adanya pergerakan yang terjadi di luar asrama.

Banner bercat merah yang bertuliskan siapapun yang datang kami tolak, juga masih terpasang di depan pintu gerbang asrama. Tak terlihat adanya orang keluar masuk di asrama tersebut dan kondisi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya nampak tertutup rapat.

Hingga saat ini, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus perusakan bendera yang dilakukan oleh oknum. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 42 mahasiswa asal Papua, dan 6 orang saksi lain dari warga sekitar dan ormas.(end)

Berita Terkait


Gubernur Papua Merasa Kecewa Atas Sikap Penghuni Asrama

Gubernur Papua Berharap Tidak Lagi Konflik Mahasiswa Papua di Jatim

Asrama Mahasiswa Papua Surabaya Sudah Kondusif

GP Ansor Jatim Tolak Segala Bentuk Intoleransi


Asrama Mahasiswa Papua Surabaya Sudah Kondusif

Lenis Meminta Gubernur Jaga Mahasiswa Papua di Jatim Seperti Anaknya Sendiri

Mahasiswa Papua Aman Belajar Di Malang, Tidak Ada Opsi Pemulangan

Atasi Konflik Mahasiswa Papua dengan Warga Jawa Timur, Staf Khusus Presiden Adakan Pertemuan Khusus

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber