Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Ritual Manten Tikus, Cara Unik Petani Cegah Serangan Hama Tikus
Rabu, 21-08-2019 | 08:20 wib
Oleh : Agus Bondan
Berita Video : Ritual Manten Tikus, Cara Unik Petani Cegah Serangan Hama Tikus
Tulungagung pojokpitu.com, Menjelang musim tanam, petani di Tulungagung menggelar upacara manten tikus. Upacara ini digelar dengan harapan tanaman padi mereka terhindar dari serangan hama tikus. Serangan hama tikus yang terjadi dalam musim tanam tahun ini, membuat petani mengalami kerugian.

Petani di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, menggelar upacara tradisi manten tikus. Upacara ini bertujuan agar hama tikus tidak menggangu tanaman mereka.

Serangan hama tikus yang terjadi dalam musim tanam tahun ini, membuat petani banyak mengalami kerugian. Mereka percaya dengan ritual ini, hama tikus tidak akan lagi mengganggu tanaman petani.

Dalam ritual ini mereka menangkap tikus yang dimasukkan dalam kandang berukuran sedang. Tikus tersebut kemudian diputar sebanyak tujuh kali, diatas sesajen yang sudah disiapkan.

Tikus kemudian diarak keliling desa, diikuti oleh miniatur tikus berukuran besar dan sedang. Sesampainya di tepi sawah, tikus kemudian dilepaskan oleh petani.

Meskipun dilepaskan ke sawah, para petani tidak khawatir jumlah populasi tikus akan bertambah. Menurut Budiono, petani, hama tikus jika tidak diganggu mereka tidak akan menyerang tanaman petani.

"Melalui upacara ini petani berharap tikus keluar dari sarangnya, sehingga tidak mengganggu dan merugikan para petani," kata Budiono.

Upacara manten tikus ini baru sekali digelar. Rencananya upacara ini akan dilakukan kembali, setiap hendak memasuki musim tanam. (yos/vd:yan)

Berita Terkait


Ritual Manten Tikus, Cara Unik Petani Cegah Serangan Hama Tikus


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber