Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

BPBD Jatim Rencanakan Hujan Buatan di Ngawi
Rabu, 21-08-2019 | 03:05 wib
Oleh : Herpin Pranoto
Berita Video : BPBD Jatim Rencanakan Hujan Buatan di Ngawi
Ngawi pojokpitu.com, BPBD Jawa Timur melakukan pemantauan dampak bencana kekeringan di Kabupaten Ngawi, yang berdampak terjadinya krisis air bersih dan terbengkalainya persawahan. Untuk mengatasi kekeringan, BPBD Jawa Timur bersama pemerintah setempat, berencana memperbanyak sumur dalam dan menciptakan hujan buatan.

Seperti suasana Desa Kerek Kota Ngawi, yang tiap tahun mengalami kekeringan. Meskipun tak jauh dari pusat pemerintahan, kondisi bentang alamnya, berupa perbukitan,  menyebabkan sebagian warga mengalami krisis air bersih.

Pada puncak kemarau, banyak sumur mengering dan airnya tidka layak konsumsi. Mereka bergantung kiriman air bersih, dari pemerintah setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari.     
 
Pada tahun 2019 ini, musim kemarau datang lebih awal, sebagai dampak terjadinya el nino skala ringan. Dari pantauan BPBD setempat, sebanyak 45 desa, di 8 kecamatan, di kabupaten ngawi, mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.

Sejumlah waduk juga lebih cepat kering, sehingga menyebabkan ribuan hektar sawah, terbengkalai. Banyak petani, yang beralih pekerjaan karena sawahnya tidak bisa ditanami.
 
Bencana kekeringan di kabupaten ngawi, mendapatkan perhatian dari BPBD jawa timur. Suban Wahyudiono, Kepala Pelaksana, BPBD Jawa Timur, menerangkan, sebagai tanggap darurat, pihaknya telah mengirimkan bantuan air bersih, warga yang mengalami krisis air bersih.

"Untuk solusi jangka menengah dan jangka panjang, telah dilakukan survei untuk melihat potensi dilakukan pembuatan sumur dalam dan pembangunan embung, termasuk menciptakan hujan buatan," kata Suban Wahyudiono.   
 
Dari total 38 kabupaten atau kota, yang ada di jawa timur, 24 kabupaten diantaranya mengalami kekeringan, yang  terdiri dari 180 kecamatan dan 566 desa.

Sebanyak 199 desa diantaranya , terpantau tidak ada potensi air. Dampak kekeringan terparah, dialami sejumlah  kabupaten, yaitu Kabupaten  Sampang dan Kabupaten Tuban, serta Kabupaten Ngawi. (yos/vd:yan)

Berita Terkait


Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering


Distribusi Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Terus Dilakukan

Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Petani Mengadu ke DPRD

Kekeringan Berkepanjangan, Ribuan Santri Gelar Sholat Minta Hujan

220 Hektar Lahan Padi Petani Gagal Panen Karena Kekeringan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber