Berita Terbaru :
Kreasi Bawang Merah Untingan Cocok Buat Oleh-Oleh Khas Probolinggo
Sungai Gemblo Yang Penuh Sampah Disulap Menjadi Destinasi Wisata Air
Rakercabsus, Bahas Program Unggulan Hingga Reformasi Birokrasi
Puluhan Calon Pasien di Rumah Sakit Pasang Batu dan Botol Air Mineral
Razia Masker, Polisi Justru Temukan Warga Sedang Bermain Judi
Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus
Ratusan Warga di Nganjuk Antri Bensin Premium
Dua Pelaku Tawuran Ternyata Masih Remaja
Pemkot Surabaya Gelar Rakor Terkait Rencana Sekolah Dibuka
Bersiap Sekolah Tatap Muka, 21 SMP Jalani Simulasi
Demo Pekerja Hiburan Malam Tuntut Walikota Cabut Perwali 33 Tahun 2020
Di Kampus Unair, Gilang Dikenal Baik dan Pandai
Adu Jangkrik Mobil VS Motor, Satu Tewas
Dirut PDAM Surabaya Bantah Siap Dampingi Machfud Arifin Sebagai Bakal Calon Wawali
Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan
   

Meriahkan HUT RI, Petani Karnaval Dengan Traktor
Agustusan  Senin, 19-08-2019 | 21:15 wib
Reporter : M. Ramzi
Berita Video : Meriahkan HUT RI, Petani Karnaval Dengan Traktor
Magetan pojokpitu.com, Kalau biasanya karnaval dilakukan dengan jalan kaki atau mobil hias, akan tetapi petani di Magetan, menggelarnya menggunakan traktor. Karnaval menggunakan alat pertanian itu, dilakukan untuk memeriahkan HUT RI. Karena alat pertanian mereka tidak terpakai saat sawah kering.

Seperti petani di Dusun Pulutan Desa Banjarejo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan.

Mereka mempersiapkan puluhan hand tractor. Bukan untuk membajak sawah, melainkan untuk meramaikan karnawal dalam rangka HUT RI. Dengan menaiki hand tractor, para petani mengelilingi kampung kampung, dan melewati area persawahan di desa setempat.

Meskipun sederhana, akan tetapi para petani tetap bersemangat. Para petani bisa menggelar karnaval menggunakan traktor karena selama ini, alat pertanian mereka tidak terpakai. Para petani tidak bisa lagi menggarap sawah, karena sawah mereka mengering.

Sutrisno, petani, mengatakan, selain memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-74, karnaval menggunakan hand tractor juga sebagai harapan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib petani yang tinggal di daerah kekeringan.

Desa Banjarejo, khususnya, Dusun Pulutan, merupakan salah satu daerah di Kabupaten Magetan, yang terdampak kekeringan. Petani setempat hanya bisa menanam satu kali dalam setahun. Selain tidak ada embung, juga tidak ada sumur dalam di areal sawah petani. (yos)

Berita Terkait

Masih Pandemi, HUT RI Dibuat Sederhana Tapi Meriah

Semarak HUT RI Masih Terasa, Warga Gelar Lomba Panjat Pinang Berlangsung Seru

Meriahkan Perayaan HUT RI Kke 74, Warga Sembung Tulungagung Gelar Orkes Angklung

Lestarikan Kesenian Lokal, Ratusan Pelajar Ikuti Pawai Reog Kendang
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  10 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  9 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  11 jam

Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber