Berita Terbaru :
Profesor LIPI Menilai Perekonomiai Jatim Masih Baik Ditengah Pandemi
Presiden Beri Tanda Jasa dan Kehormatan Kepada 53 Tokoh Terpilih
PKB dan PDIP Akan Koalisi Dalam Pilkada Lamongan 2020
Dolar Loyo, Harga Emas Antam Naik Lagi
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Resiko Penularan Lewat Aerosol, WHO Peringatkan Tunda ke Dokter Gigi
Klaster Rumah Makan, Tiga Karyawan Positif Covid-19
Panas, PDIP Beri Sinyal Ganggu Dominasi Mahfud Arifin di Surabaya
Bursa Transfer: Gelandang Chelsea ke Milan, Juventus Jual Dybala
3 Laptop Terbaru Acer Menarget Konsumen Modern
Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
KASBI Kecam PHK Secara Sepihak Terhadap Karyawan BUMN
Sadas, Handsanitizer Berbahan Alami Tanaman Adas
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Begini Pembelajaran Tatap Muka di SMKN 6 Surabaya
   

Peringati HUT RI, Kecamatan Maesan Lepas 1945 Merpati Dari 74 Kandang Koloni
Agustusan  Minggu, 18-08-2019 | 18:04 wib
Reporter : Rizqi setiawan
Warga melepas 1945 ekor burung merpati gebrak dari 74 koloni yang ada di semua desa. Foto Rizqi setiawan
Berita Video : Peringati HUT RI, Kecamatan Maesan Lepas 1945 Merpati Dari 74 Kandang Koloni
Bondowoso pojokpitu.com, Warga Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, memiliki cara unik dalam mengekspresikan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Ratusan warga dari 12 desa di Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, melepas 1945 burung gebrak dari 74 koloni di seluruh desa. Pelepasan tersebut berlangsung di lapangan Kecamatan Maesan di saksikan ribuan warga.

Filosofi pelepasan 1945 merpati ini untuk mengingatkan warga, bahwa kemerdekaan pertama republik indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945 silam. Sedangkan makna 74 koloni bahwa Indonesia telah merdeka selama 74 tahun. Sehingga warga diharapkan lebih mandiri secara sumber daya manusia serta peningkatan kesejahteraannya.

Menurut Camat Maesan, Rizky Idham Lukmana, burung yang dilepas adalah merpati gebrak atau tottak. Dimana jenis ini dimanapun dilepas akan kembali pada kandang semula.

Saat pelepasan, ribuan warga yang hadir berdesak-desakan agar bisa menyaksikan langsung pelepasan. Pasalnya tottak merpati adalah budaya lokal yang digandrungi masyarakat dan pasti berlangsung sangat meriah.

"Kemeriahan 17 agustus bersama warga menjadi wadah silaturahmi, agar sinergi bersama membangun daerah dapat semakin melesat," kata Rizky Idham Lukmana.

Pelepasan merpati atau tottak dereh di Kecamatan Maesan Bondowoso ini merupakan pertama kalinya. Namun diusahakan bertahan dan lebih meriah saat peringatan kemerdekaan tahun berikutnya. (pul/yan)

Berita Terkait

Peringati Hari Kemerdekaan, Punokawan Lomba Balap Karung

Masih Pandemi, HUT RI Dibuat Sederhana Tapi Meriah

Semarak HUT RI Masih Terasa, Warga Gelar Lomba Panjat Pinang Berlangsung Seru

Meriahkan Perayaan HUT RI Kke 74, Warga Sembung Tulungagung Gelar Orkes Angklung
Berita Terpopuler
Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  2 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  13 jam

Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  10 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber