Berita Terbaru :
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
   

Sekda Batalkan Surat Bupati Terkait Kebijakan Ners
Hukum  Jum'at, 16-08-2019 | 19:00 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Sidang lanjutan gugatan perawat ke Sekretaris Daerah Jember Mirfano, kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara, PTNUN Surabaya. Sidang mengungkap fakta bila ada dua surat Bupati Jember yang berbeda, terkait kebijakan syarat perawat memiliki ijazah ners.

Fakta dua surat dari BKD dan Pemkab Jember dengan nomor yang sama, terkait kebijakan dibutuhkannya perawat berijazah ners, terungkap dalam persidangan di ruang tirta PTUN Jumat (16/8) siang.

Ketika itu, Sekda Jember Mirfano melalui bagian hukum menyatakan memang dibutuhkan perawat dengan ijazah ners. Jawaban Sekda Jember ini langsung dibantah oleh   Andhika Perdana Nur Widianto dan Jefry Ari Susanto, dua perawat yang surat keputusan CPNS dibatalkan oleh Sekda Jember. 

Melalui Joice Francisco Maria Kuasa Hukum Penggugat mengatakan, pihaknya membantah semua jawaban Sekda Jember terkait dengan ners. Ners dari BKD dan Pemkab Jember berbeda. Pada pemkab tidak ada syarat ners, tapi pada formasi BKD ada syarat ners. "Anehnya surat  pemberitahuan bahwa ada syarat ijazah ners dari Pemkab ternyata sama nomornya dengan surat BKD yang semuanya ditandatangani bupati," kata Joice Francisco Maria.

Sebelumnya, 24 April 2019 atau sehari sebelum pembagian SK CPNS, Andhika dan Jefry mendapatkan kabar jika kelulusan mereka dibatalkan. Alasannya, keduanya tidak memenuhi syarat administrasi.

Alasan Pemkab Jember, kedua perawat itu tidak memiliki gelar ijazah ners. Sementara yang dibutuhkan Pemkab, perawat dengan ijazah ners.

Alasan ini diprotes kedua perawat lantaran pada pengumuman seleksi CPNS tidak disebutkan syarat ners. Yang disebutkan hanya lulusan keperawatan S1 atau D4. (pul) 

Berita Terkait

Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja

Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda

Pemkab Ponorogo Keluarkan Surat Edaran Jelang Idhul Fitri

Memasuki Pensiun, Pemkab Buka Lowongan Jabatan Sekda
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  15 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  17 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  16 jam

Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber