Berita Terbaru :
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
   

Pasca Vidio Viral, UPPKB Widodaren Tetap Beroperasi Normal
Mataraman  Jum'at, 16-08-2019 | 15:15 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Pasca beredarnya video protes sopir truk, Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Widodaren di Kabupaten Ngawi, beraktivitas seperti biasanya. saat penimbangan, sopir angkutan barang yang tertib, tidak akan diberikan surat tilang. Sedangkan sopir angkutan barang yang melanggar, diberikan surat tilang.

Suasana, unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor Widodaren di Kabupaten Ngawi, yang menjadi sorotan, karena viralnya video protes malik sopir truk asal Mojokerto.

Para petugas dari Kementrian Perhubungan ini, tetap bekerja seperti biasanya. Sejak jalan tol trans jawa beroperasi, angkutan barang yang melintas di jalan nasional penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah berkurang.  

Sejumlah kendaraan angkutan barang yang melintasi jalan raya Ngawi-Solo, dilakukan penimbangan untuk mengetahui kapasitas muatannya.

Qori, sopir, menurturkan, bagi sopir, yang tertib petugas hanya melakukan pemeriksaan dokumen saja. "Menaati aturan, agar pekerjaan lebih lancar," ucap Qori.

Petugas UPPKB Widodaren, akan memberikan surat tilang, jika kendaraan melebihi kapasitas muatan. Bagi sopir yang melanggar dan diberikan surat tilang, mereka harus menjalani persidangan di pengadilan negeri ngawi.

Salah satu sopir sebuah perusahaan, Purwanto, mengaku tidak tahu berat muatannya saat berangkat. Dia menduga perusahaan sengaja menambah muatan, untuk mengurangi biaya operasional.  

Meskipun sudah dilakukan pengawasan ketat oleh pemerintah pusat, kasus pungutan liar pada bidang transportasi darat, dimungkinkan masih bisa terjadi.

Untuk mencegahnya, dibutuhkan kesadaran hukum, dari masyarakat dan aparat. selama masyarakat tertib aturan, petugas tidak akan bisa menindak. 

Sebaliknya bagi masyarakat yang melanggar, jangan menyuap petugas, hanya karena tak ingin menjalani proses hukum dan membayar denda lebih besar  kepada negara. (yos)

Berita Terkait

Viral Press Ban Harga Rp 600 Ribu

Viral Keluhan Pasien Reaktif di Gedung Indoor

Penumpang Melahirkan Didalam Bus Saat Sedang Melaju

Viral Nelayan Mengganggu Kawanan Hiu Tutul
Berita Terpopuler
Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  5 jam

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber