Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Malang Raya 

Warga Pesanggrahan Gelar Ritual Memandikan Kentongan
Rabu, 14-08-2019 | 18:55 wib
Oleh : Rafli Firmansyah
Malang pojokpitu.com, Warga Desa Pesanggrahan menggelar ritual bertajuk Jamasan Kentongan. Selain untuk kembali menghidupkan budaya lokal yang hampir punah, Jamasan Kentongan ini diselenggarakan sebagai wahana edukasi terhadap keberadaan kentongan kepada generasi muda.

Warga Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu dan akur hakarya budaya menyelenggarakan acara bertajuk Jamasan Kentongan. Jamasan Kentongan ini digelar sebagai rangkaian awal pelaksanaan bersih Desa Pesanggrahan.

Di samping untuk kembali menghidupkan budaya lokal yang hampir punah, Jamasan Kentongan ini diselenggarakan sebagai wahana edukasi terhadap keberadaan kentongan kepada generasi muda.

Humas Tim Analogi Project, Sely Mariatur Rohmah mengatakan, kentongan adalah salah satu alat atau media komunikasi tradisional yang kini perlahan telah tergerus oleh arus modernisasi.

"Jamasan kentongan atau memandikan kentongan ini sebenarnya budaya lokal yang sudah lama tidak dilakukan oleh warga, namun saat ini kembali dihidupkan lagi untuk melestarikan budaya adat leluhur terlebih akan mampu menjadi daya tarik wisata religi dan budaya," tutur Sely Mariatur Rohmah.

Kentongan sendiri memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat Jawa dan nusantara pada masa itu, namun kini keberadaannya sudah mulai ditinggalkan, seiring makin cangihnya alat komunikasi saat. 

Di Desa Pesanggrahan, terdapat lima buah kentongan yang masih berfungsi dan terawat. Kentongan ini kmeudian dibungkus dengan kain putih yang menandakan kesucian. Dipimpin oleh sesepuh adat setempat, ritual Jamasan Kentongan ditandai dengan pemanjatan doa, pecah telur hingga siraman dengan air kembang dari 7 sumber mata air yang berbeda.  

Imam Wahyudi Kepala Desa Pesanggrahan mengatakan, jamasan ini sebagai bentuk langkah nyata penyelamatan dan pelestarian kentongan, yang masih tersisa di Desa Pesanggrahan.

"Kentongan yang memiliki makna sebagai pemberi suara kebijakan,juga pemaknaan sebagai sebuah kedaulatan yang berada di tangan rakyat berada pada instrumen pemukul kentongan. Pada masa lalu kentongan berfungsi sebagai salah satu media komunikasi tradisional yang dapat memberikan kabar kepada masyarakat luas melalui suara pukulan yang dihasilkan," ungkap Imam Wahyudi.

"Hingga penempatan kentongan yang hanya berada di tempat - tempat tertentu menjadikan kentongan sangat istimewa.selain untuk menghidupkan budaya lokal yang hampir punah. Melalui Jamasan Kentongan Desa Pesanggrahan memiliki satu destinasi wisata budaya melalui acara ini yang bisa diagendakan setiap tahunnya," tambahnya.  

Usai dijamas diberikan doa dengan sesajen berisi jenang sengkolo, pisang, bunga tujuh rupa dan air dari tujuh sumber dari kota batu. Kentongan yang dijamas kemudian diarak keliling kampung, diiringi musik patrol kentongan bambu untuk kemudian dikembalikan tempat asalnya di empat penjuru desa.(end)

Berita Terkait


Ritual Siraman Waranggono, Bentuk Pelestarian Budaya Langen Tayub

Begini Tradisi Nyadran Warga Lereng Gunung Pandan

Ritual Manten Tikus, Cara Unik Petani Cegah Serangan Hama Tikus

Warga Pesanggrahan Gelar Ritual Memandikan Kentongan


Kebo-Keboan, Ritual Adat Ungkap Syukur Hasil Tani

Ritual Jamasan Tombak Kyai Upas Tulungagung

Nelayan Pesisir Pantai Selatan Lumajang Gelar Ritual Petik Laut

Ribuan Pendaki Ritual Satu Suro di Gunung Lawu

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber