Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Pemutilasi Guru Tari Terancam Hukuman Seumur Hidup
Rabu, 14-08-2019 | 18:15 wib
Oleh : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menggelar sidang perdana kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto, guru tari asal Kota Kediri - Jawa Timur. Dalam sidang tersebut, kedua terdakwa dijerat pasal pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup .

Azis Prakoso dan Aris Sugianto akhirnya menjalani persidangan perdana dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto, seorang guru tari asal Kelurahan Tamanan, Kota Kediri di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Kedua terdakwa mengikuti persidangan dengan didampingi oleh tim kuasa hukumnya.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum, tergambar perbuatan sadis terdakwa menghabisi nyawa korban, dengan cara membacok menggunakan sebuah golok, kemudian dimutilasi untuk menghilangkan jejak pembunuhan. Perbuatan terdakwa diancam dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun.

Sementara itu, keluarga korban yang hadir untuk menyaksikan persidangan secara langsung, tak kuasa menahan tangis. "Mereka meminta kedua terdakwa dijatuhi hukuman mati, karena telah menghilangkan nyawa korban secara keji," kata Heri Sunoto, kuasa hukum korban.

Menanggapi dakwaan jaksa penuntut umum, kuasa hukum terdakwa, Taufiq Dwi Kusuma, menyatakan keberatan dengan penerapan pasal pembunuhan berencana, karena pembunuhan terjadi, setelah korban terlebih dahulu menyerang terdakwa. Tim pengacara terdakwa akan mengajukan pembelaan atau eksepsi pada persidangan berikutnya .

Persidangan kasus pembunuhan mutilasi akan dilanjutkan, pada hari Kamis depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa. Untuk diketahui, kasus pembunuhan mutilasi tersebut dilakukan terdakwa pada Maret lalu. Jasad korban dimasukkan ke dalam koper dan dibuang di bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, sementara bagian kepala dibuang secara terpisah.(end)



Berita Terkait


Hakim Malang Tolak Sidang Tipiring Miras

Berbohong, Direktur Divonis 3,5 Bulan Penjara

Guntual, Terdakwa Penggunaan Gelar Sarjana Hukum Mangkir

Driver Taksi Online Perkosa Korban Divonis 7 Tahun Penjara


Gubernur Jatim Akan Menjadi Saksi Dalam Sidang Kasus Jual Beli Jabatan

Tiga Terdakwa Kasus Ujaran Kebencian dan Hoax Tentang Papua, di Asrama Papua, Jalani Sidang Dakwaan

Eksepsi Ditolak, Terdakwa Pemalsuan Gelar Kembali Bikin Ricuh di Dalam Ruang Sidang

Hakim Perintahkan Sidang Wisma Persebaya Dilanjutkan Pembuktian

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber