Berita Terbaru :
Hasil Supervisi Propam Mabes Polri, Polisi di Jatim Rawan Selingkuh
Diseruduk Bus Dari Belakang Truk Terguling
Ratusan Kepala Desa Dari Jatim Gruduk MK Kawal Sidang Judicial Review Dana Desa
SPBU Mini dan Dua Ruko Terbakar, Kakak Pemilik SPBU Tewas
Pasca Kepala Puskesmas Kedung Solo Meninggal Dunia Diduga Covid 19, Seluruh Pegawai Puskesmas Di Swab
112 Peserta UTBK di Unair dan ITS Reaktif
3 Pasien Positif Covid 19 Jalani Isolasi Lebih 2 Bulan
Pelaku Pembuangan Bayi Akhirnya Terungkap
Tahap 3, Bantuan Tunai Sosial Terus Berlanjut
Unras Gelar Aksi Tolak RUU HIP
Efektivitas Rendah, Rapid Tes Tak Perlu Berbayar
Kasus Covid-19 di Pacitan Meningkat Tajam, PLTU Jadi Ancaman Kluster Lokal
Akan Ada Revisi Perbup dan Perwali Untuk Percepat Penanganan Covid
Pandemi Covid 19, Kasus Narkoba Meningkat Didominasi Pengedar Lama
Sempat Rawat Inap di Puskesmas Selama 5 Hari, Santoso Tewas di Jalan Setapak Diduga Terpeleset
   

KPK Tetapka 4 Tersangka Baru Korupsi E KTP
Hukum  Rabu, 14-08-2019 | 11:33 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan 4 terangka dalam kasus korupsi KTP elektronik yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Penetapan tersangka baru setelah dilakukan pengembangan penyelidikan dan fakta persidangan. KPK kembali menjerat 4 orang tersangka, yaitu mantan anggota DPR RI periode 2014-2019, Miryam S Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara sekaligus konsorsium PNRI Isnu Edi Wijaya. Ketua tim teknis informasi dan tekhnologi penerapan KTP elektronik PNS di BPPT Husni Fahmi, dan Direktur Utama PT Sandipala Arthapura, Paulus Tamos.

Empat tersangka tersebut dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang nomor 31 tahun  2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke-2 junto pasal 64 ayat 1 kuhp.

Menurut Saud Situmorang Wakil Ketua KPK, sebelumnya sudah menetapkan 7 orang  sebagai tersangka dan divonis bersalah dalam kasus korupsi e KTP ini. Mereka yaitu dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, mantan anggota DPR RI Markusnari, Direktur Utama PT Quadra Soluaion Anang Sugiana Sudihardja, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi.

Data kerugian negara Rp 2,3 triliun didapat dari audit BPK RI yang dihitung lebih mahal dari pembayaran dibandingkan harga wajar belanja material e KTP. (pul)

Berita Terkait

Markus Didakwa Terima Suap Rp 4 Miliar dan Merintangi Penyidikan Korupsi e KTP

KPK Tetapka 4 Tersangka Baru Korupsi E KTP

Terdakwa Pemalsu KTP Divonis 2 Bulan Penjara
Berita Terpopuler
Dua Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras
Peristiwa  9 jam

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Peristiwa  9 jam

Satu Desa di Ponorogo Di-Lockdown, Puluhan Warga Diisolasi
Peristiwa  12 jam

Sopir Truk Asal Semarang Ditemukan Meninggal di dalam Truk Saat Parkir di SPBU
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber