Berita Terbaru :
Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah, Mantan Kades Ditahan
Krisis Stok Darah, PMI Berburu Kantong Darah ke Lingkup TNI
Pemkot Surabaya Gelar Seleksi Kompetensi Bidang CPNS
KPU Surabaya Pastikan Penetapan Paslon Dilakukan Secara Internal
Terdakwa Kasus Watu Dakon Divonis 10 Bulan
Empat Staf Terpapar Covid 19, Kantor Dispenduk Capil Ditutup Sementara
16 Nakes RSUD Dr. Soedono Terkonfirmasi Positif Covid-19
KPU Gelar Tahapan Tanggapan Masyarakat Terkait DPS
Modus Cari Rongsokan, Seorang Pemuda Curi Motor Hingga Dikeroyok Warga
Pengungsi Syiah Kini Menjadi Jamaah Ahlussunah Wal Jamaah
Polsi Melakukan Kordinasi Dengan KPU Gesik Jelang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati
Bunuh Akibat Cemburu, Tiga Tersangka Ditangkap
Machfud-Mujiaman Prioritaskan Pembangunan Pasar Jadi Nyaman, Aman, Sehat dan Murah
Innalillahi Wainnna Ilaihirrajiun, Mantan Bupati Kabupaten Gresik Dua Periode Meninggal Dunia
Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
   

Kemarau Panjang, Ratusan Petani di Pasuruan Cari Air Sejauh 10 Kilometer
Mataraman  Rabu, 14-08-2019 | 04:10 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Kemarau panjang mengakibatkan sejumlah daerah di Pasuruan mulai mengalami kekeringan, bahkan ratusan petani dari empat desa terpaksa mencari air dan bersihkan sungai sejauh 10 kilo meter.

Pasalnya, mereka kesulitan air untuk mengairi sawah dan ladang sehingga para petani mengalami gagal panen. Mereka berharap agar pemerintah daerah turun tangan dan mencarika solusi agar petani bisa bercocok tanam.

Ratusan warga dari empat desa yakni Desa Kedung Pengaron, Desa Kepuh, Desa Lorokan dan Randugong, Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan, terpaksa naik ke hulu unutuk mencari air dan membersihkan sungai sepanjang 10 kilo meter.

Dengan alat seadanya, para petani ini menyisir sungai hingga ke sumber nyonya yang berada di Kecamatan Tutur. Selain itu, mereka juga membersihkan sepanjang aliran sungai agar aliran air lancar sampai ke hilir.

Meski jarak tempuh dari sejauh 15 kilometer, warga pun rela jalan kaki untuk mendapatkan asupan air dan bisa mengairi ribuan hektar sawah.

Hal ini disebabkan karena kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan ini mengakibatkan sejumlah sungai dan irigasi mengering. Sehingga menyebabkan ratusan hektar sawah gagal panen lantaran tak dapat pasokan air.

Selain karena kemarau, mengecilnya aliran sungai di hulu juga disebakan banyak pengalihan sumber dengan pipa oleh pihak lain.

Kepala Desa Kepuh, Zamzami Nur, menjelaskan, sejatinya para petani juga mengandalkan sumur bor, namun karena sulitnya bahan bakar dan mahalnya harga sumur bor membuat petani tak bisa berbuat apa-apa. Belum lagi harus mengantri dengan petani lainnya.

Petani berharap agar pemerintah daerah turun tangan dan mencarikan solusi agar mereka bisa bercocok tanam dan tidak gagal panen lagi. (yos)

Berita Terkait

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis

Penyalahgunaan Lahan Sebabkan Kekeringan Berulang di Jatim

Kemarau Panjang 4 Waduk Kering, Tanaman Jagung Mati

79 Desa di 22 Kecamatan Berpotensi Alami Kekeringan, BPBD Bojonegoro Mulai Droping Air Bersih
Berita Terpopuler
Adu Banteng Truk,Penyelamatan Supir Berlangsung Dramatis
Peristiwa  8 jam

Bahaya, Lantai Sekolah Dasar Kemayoran 1 Bangkalan Bergetar
Peristiwa  4 jam

Sebanyak 600 Santri Al Izzah Diisolasi
Malang Raya  6 jam

Sopir Ngantuk, Truk Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber