Berita Terbaru :
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Lomba Super Drag Layang-Layang Meriahkan HUT RI
Agustusan  Rabu, 14-08-2019 | 00:10 wib
Reporter : Agus Bondan
Berita Video : Lomba Super Drag Layang-Layang Meriahkan HUT RI
Tulungagung pojokpitu.com, Memeriahkan HUT ke-74 kemerdekaan RI, warga Tulungagung, menggelar lomba unik, yakni super drag atau lomba adu kecepatan menurunkan layang-layang jenis gapangan. Pemenang lomba ini adalah mereka yang dapat menurunkan layang-layang paling cepat , tanpa layang-layang menyentuh tanah.

Perlombaan unik dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke 74 ini, digelar oleh karang taruna Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Lomba adu cepat menurunkan layang-layang jenis gapangan ini, digelar di area persawahan desa setempat.

Dalam perlombaan ini satu peserta terdiri dari 2 pemain, yakni penarik atau joki yang bertugas mengendalikan dan menarik cepat-cepat layangan gapangan. Sedangkan pelontar bertugas melontarkan layang-layang yang akan diterbangkan.

Beberapa aturan yang diberlakukan dalam perlombaan ini diantaranya pemenang adalam pemegang layang-layang tercepat, penarik atau joki tidak boleh keluar dari garis batas, layangan tidak boleh putus dan saat turun layangan harus dipegang tidak boleh menyentuh tanah.

Sedangkan benang layang-layang disediakan panitia dengan panjang 100 meter dan layang-layang yang digunakan minimal berukuran 130 centimeter, serta harus menggunakan sendaren atau sowangan .

Prayitno, panitia super drag, menerangkan, pada super drag dalam memeriahkan HUT ke-74 kemerdekaan RI kali ini diikuti oleh ratusan peserta yang datang dari berbagai kota disekitar Tulungagung , seperti Blitar, Nganjuk dan Trenggalek. "Angin kencang serta berputar menjadi tantangan tersendiri, bagi para joki untuk mengendalikan layang-layang," kata Prayitno.

Perlombaan dengan menggunakan sistem gugur, namun dalam 1 race tidak ada pemenangnya, maka akan di ulang lagi hingga mendapatkan satu pemenang.

Selain tropi, pada lomba adu kecepatan menurunkan layang-layang ini, pemenang pertama mendapat uang pembinaan Rp 1 juta, pemenang kedua Rp 750 ribu dan pemenang ketiga Rp 500 ribu. (yos)

Berita Terkait

Semarak HUT RI Masih Terasa, Warga Gelar Lomba Panjat Pinang Berlangsung Seru

Meriahkan Perayaan HUT RI Kke 74, Warga Sembung Tulungagung Gelar Orkes Angklung

Lestarikan Kesenian Lokal, Ratusan Pelajar Ikuti Pawai Reog Kendang

Puluhan Warga Ikut Lomba Menangkap Ikan Lele
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  6 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  5 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  4 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber