Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Dalam ungkap kasus ini, polisi menangkap 5 pelaku yang terdiri dari pemodal, produsen, penjual dan pendistribusi merkuri. Foto Yusmana Windarto
Polda Jatim Bongkar Industri Merkuri Illegal
Selasa, 13-08-2019 | 15:16 wib
Oleh : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Subdit Empat Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Selasa (13/8) siang, menggelar hasil ungkap produksi merkuri atau air raksa ilegal di Sidoarjo. Lima orang distatus sebagai tersangka yang masing-masing berperan sebagai pemodal, produsen, pendistribusi, dan penjual.

Seluruh air raksa ini dijual secara online dengan merek dagang jerman, gold. Para tersangka ini berinisial AW (41) warga Surabaya, AB (49) warga Waralohi, AH (35) warga Sidoarjo, AS (50) warga Hulu Sungai Selatan, dan MR (35) warga Banjarmasin.

Para tersangka ini merupakan jaringan produsen merkuri atau air raksa ilegal yang telah beroperasi sejak 2006. Jaringan produsen merkuri illegal ini dibongkar setelah polisi melakukan cyber patrol di dunia maya dan mendapati adanya penjualan merkuri secara online.

Dari hasil penelusuran itu, polisi menemukan seorang produsen sekaligus penjual merkuri di Krian Sidoarjo. Setelah dikembangkan, polisi mendapati 4 pelaku lain sebagai pemodal, pendistribusi barang di Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Tengah.

Dari hasil penyidikan, merkuri ini diproduksi oleh pelaku menggunakan bahan baku batu cinnabar yang berasal dari Pulau Buru. Selanjutnya, bahan baku itu diolah melalui penyulingan sianida dan biji besi menggunakan tabung besi. Dalam produksi, satu ton batu cinnabar bisa menghasilkan 500 kilogram merkuri.

"Dari hasil produksi ini, kami menyita 414 kilogram merkuri dalam kemasan siap edar. Oleh tersangka, satu kemasan botol seberat satu kilogram merkuri dijual dengan harga Rp 1,5 juta," kata Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur.

Sementara itu Kepala Bidang Pertambangan Dinas Esdm Pemprov Jatim, Agung Subagyo menyatakan bahwa merkuri ini merupakan bahan yang biasa digunakan untuk pemurnian emas. Namun merkuri ini sangat merusak lingkungan dan organ tubuh dalam jangka waktu lama. "Produsen emas legal di Indonesia tidak menggunakan bahan merkuri ini, sebab penggunaan produksi bahan berbahaya dilarang di Indonesia," kata Agung Subagyo.

Dalam pengungkapan ini, Polda Jatim juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya tabung besi penyulingan batu cinnabar , biji besi, nikel dan satu drum sianida. Para tersangka ini dijerat pasal 161, undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda 10 miliar, serta pasal 106 UURI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman 4 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar. (pul)

Berita Terkait


Polda Jatim Bongkar Industri Merkuri Illegal

Kepergok, Tiga Pencuri Kayu Sono Keling Diringkus Polsek Dampit

Diduga Terlibat Kasus Illegal Logging, Oknum Kades Diciduk Polisi

Kades Begal Diduga Terlibat Illegal Logging


Kades Begal Diduga Terlibat Illegal Logging

Terkait Kosmetik Illegal, Nella Kharisma Penuhi Panggilan Polda

61 Produk Kosmetik Illegal Ditarik, Dua Korban Segera Melapor

Wajib Hadir, Kapolda Pastikan Artis Endorse Kosmetik Illegal Penuhi Panggilan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber