Berita Terbaru :
PDIP Tunjuk Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Jawa Timur
Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Ledakan PT Enero
Karena Pegawai Positif, Penutupan Dukcapil Diperpanjang
Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Terbaring Sakit
Dapat Rekom Partai Hanura, Teno Akan Lakukan Konsolidasi Antar Partai Pengusung
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Covid 19
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
Komisi D Minta Dispendik Kota Surabaya Mengkaji Ulang Sekolah Tatap Muka
   

Pelajar SMK di Kota Pasuruan Gunakan Daun Jati dan Besek Untuk Membungkus Daging
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 13-08-2019 | 07:30 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Kampanye diet kantong plastik, dapat dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja, mulai dari masyarakat umum hingga pelajar di sekolah. Dalam rangka mendukung kampanye pemerintah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan menekan produksi sampah plastik, pelajar sekolah menengah kejuruan di Pasuruan, menggunakan daun jati dan besek untuk membungkus daging hewan kurban.

Pelajar SMK PGRI Satu, Kota Pasuruan, menggunakan daun jati dan besek untuk membungkus daging hewan kurban, sebagai pengganti kantong plastik. Hal ini dilakukan, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat pembagian daging hewan kurban .

Tak hanya itu, untuk pembagian daging kurban kepada masyarakat secara langsung, para pelajar tidak mau menggunakan sepeda motor, mereka malah lebih memilih berkeliling dengan menggunakan sepeda onthel. Alasannya, jika menggunakan sepeda motor, akan mengeluarkan asap yang menyebabkan polusi udara.

Menurut salah satu guru sekolah, Lilis  Indrawati, penggunaan daun jati dan besek sebegai pembungkus daging hewan kurban, untuk meminimalisir sampah plastik serta sebagai salah satu bentuk dukungan sekolah, terhadap kampanye pemerintah untuk mengurangi atau menekan produksi sampah plastik.

Pelajar di sekolah sengaja menggunakan daun jati dan besek sebagai pembungkus daging hewan kurban, karena ramah lingkungan dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. (yos)

Berita Terkait

Kebanyakan Konsumsi Daging Kurban Bisa Picu Sakit GERD, Simak Tipsnya

Peduli Lingkungan Sekolah Bungkus Daging Kurban Daun Jati

Pelajar SMK di Kota Pasuruan Gunakan Daun Jati dan Besek Untuk Membungkus Daging

Warga Ponorogo Beralih Encek Pelepah Pohon Pisang untuk Wadah Daging Kurban
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  2 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  3 jam

Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  13 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber