Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pendidikan 

Guru GTT Tak Mengajar, Siswa SDN 8 Curah Tatal Terlantar
Senin, 12-08-2019 | 12:00 wib
Oleh : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Merasa tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Guru Tidak Tetap (GTT) atau honorer yang mengajar di Filial Kerpang, Sekolah Dasar Negeri 8 Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, nekat meninggalkan puluhan siswa siswinya.

Tanpa pendamping dalam proses kegiatan belajar mengajar, akibatnya selama kurang lebih 8 bulan, puluhan siswa siswi dari kelas 1 dan kelas 6 di SD setempat menjadi terlantar.

Sesekali mereka berkunjung ke sekolah untuk sekedar membersihkan kelas, dan berharap guru kembali lagi untuk mengajar. Namun meski tak ada guru pengajar, puluhan siswa siswi ini masih tetap melakukan pembelajaran di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Fathorrahman, meninjau lokasi SDN 8 Curah Tatal dan berjanji akan segera mengatasi masalah ini, agar proses belajar mengajar segera berjalan serta akan memberikan perhatian khusus kepada guru tidak tetap.

Keempat guru tidak tetap atau honorer yang biasanya mengajar mereka, mulai meningglakan siswa siswinya karena tak diangkat menjadi PNS. "Uang sekitar Rp 200 ribu yang diterima oleh guru honorer, tak sebanding dengan medan bukit terjal yang harus ditempuh," ujar Fathorrahman.

Menurut data Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Sekolah Dasar Negeri 8 Curah Tatal memiliki 16 siswa siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 dan memiliki 9 guru tidak tetap dan 3 guru Pegawai Negeri Sipil. (yos)

Berita Terkait


Guru GTT Tak Mengajar, Siswa SDN 8 Curah Tatal Terlantar

Duh Ngenes Banget, Sudah 7 Bulan Honor GTT K-2 Belum Cair

Ribuan GTT K-2 Tuntut SK Bupati Magetan


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber