Berita Terbaru :
Peringati HUT RI ke 75, Koki Kapal Perang Koarmada II Adu Ketangkasan Lomba Memasak
Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
   

Ganti Kresek Dengan Daun Pepaya dan Besek Untuk Kurangi Sampah Plastik
Metropolis  Senin, 12-08-2019 | 08:15 wib
Reporter : Ainul Khilmiah
Surabaya pojokpitu.com, Tingkat pencermaran sampah plastik di Indonesia yang masih berada di nomor 2 se dunia, membuat sejumlah pihak terus berupaya untuk mengurangi sampah plastik. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan barang berbahan plastik yang digunakan sekali pakai.

Bertepatan dengan momen idul adha, sejumlah penyelenggara hewan kurban mengganti penggunaan kresek sebagai pembungkus daging kurban, dengan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan.

Seperti di salah satu sekolah dasar di Surabaya ini, yang mengganti penggunaan kresek dengan daun pepaya untuk membungkus daging hewan kurban yang akan dibagikan.

Ali Imron, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 3, selain lebih ramah lingkungan, daun pepaya dipilih karena mampu melunakkan daging, sehingga membuat daging lebih empuk saat dimasak.

"Karena dalam satu jam daging bisa lebih empuk dengan daging pepaya, yang kedua dengan daun pepaya ini juga bisa mengurangi sampah plastik yang susah terurai," ujar Ali Imron.

Begitu juga di tempat penyembelihan hewan kurban di terminal BBM Surabaya, yang juga tidak lagi menggunakan plastik untuk membungkus daging hewan kurban.

Di tempat penyembelihan ini, panitia mengganti kresek dengan besek yang dilengkapi daun jati.  Ahmad Yani Lauma, Operational Head Terminal BBM Surabaya, menerangkan, besek dan daun jati sendiri mampu menjaga kualitas daging agar tetap segar dan lebih harum dari aroma daun jati. Setelah tak terpakai, beseknyapun masih bisa dimanfaatkan oleh warga.

"Untuk pembagian daging kurban ke masyarakat sekitar, kita tidak menggunakan sampah plastik lagi, kita menggunakan besek, jadi kita juga sesuai dengan aturan pemerintah kota surabaya. Tujuannya juga unuk mengurangi bahan kantong plastik yang dibagikan ke masyarakat, selain itu, setelah daging diambil, masyarakat juga masih bisa memanfaatkan besek ini untuk hal lain," kata Ahmad Yani Lauma.

Mengganti kresek dengan bahan alami untuk membungkus daging kurban ini, juga sesuai dengan arahan pemerintah Kota Surabaya, sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik.

Selain itu, penggunaan plastik khususnya plastik hitam untuk membungkus daging hewan kurban, juga bisa berbahaya bagi kesehatan, karena memungkinkannya terjadi migrasi zat-zat berbahaya dari kresek hitam ke daging kurban. (yos)

Berita Terkait

Penyembelihan Hewan Kurban di Sumenep Gunakan Protokol Covid-19

Wujudkan Nadzar, Tuna Wisma Sumbang Hewan Kurban

DPD Demokrat Jatim : Kurban di Masjid, Pembagian Langsung ke Rumah Warga

Masih Ada Hewan Kurban Yang Belum Cukup Umur
Berita Terpopuler
Tantangan Dirut PDAM Baru Selesaikan Antrean 3 Ribu Pelanggan
Ekonomi Dan Bisnis  3 jam

Meriahkan Agustusan, Guru Situbondo Buat Diorama Berbahan Limbah
Rehat  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Pick Up Terbakar di Kebun Tebu, Seorang Alami Luka Bakar
Pojok Pitu

Salah Menyulut Rokok, Tabung Gas LPG Meledak
Pojok Pitu

Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Jatim Awan

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber