Berita Terbaru :
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
Kesiapan PT KAI Daop IX Jember Sambut Normal Baru
New Normal, Pemohon SIM Meningkat
   

Hartoyo, Difabel Perajin Sangkar Burung Dari Limbah Jati
Sosok  Minggu, 11-08-2019 | 09:10 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Seorang penyandang disabilitas di Magetan, mampu mengolah limbah kayu jati menjadi sangkar burung yang bernilai rupiah. Ia memanfaatkan limbah kayu yang sudah tidak dimanfaatkan menjadi sangkar burung, yang banyak diminati karena hasil karyanya yang bagus.

Keterbatasan fisik, setelah kaki kanannya diamputasi akibat kecelakaan, tak membuat Hartoyo (52) putus asa. Pria yang tingggal di Desa Wates Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan ini, menekuni profesi barunya menjadi perajin sangkar burung.

Penyandang disabilitas yang dulunya menjadi sopir truk ini, memafaatkan limbah kayu jati, yang sudah tidak terpakai, menjadi sangkar burung dengan aneka macam bentuk, dan ukuran.

Dalam sehari, bapak tiga anak ini bisa memproduksi satu sangkar burung, dengan  menggunakan alat mesin yang sederhana. Sangkar burung tersebut dijual mulai dari harga Rp 80 ribu hingga Rp 130 ribu persangkarnya, tergantung ukurannya.

Hasil karyanya yang rapi, banyak diminati para pecinta burung. Tidak hanya dari magetan saja, akan tetapi dari luar daerah, seperti Madiun dan Ponorogo.

Profesi menjadi perajin sangkar burung, dijalaninya sejak 9 tahun silam. Haryoto, mengatakan, usahanya ini digeluti setelah dirinya mengalami kecelakaan pada tahun 1992 lalu, ketika sepeda motornya yang dikendarainya ditabrak truk tronton, hingga kakinya diamputasi.

Keterbatasan modal yang ia alami, menjadi kendala pekerjaan yang digelutinya, karena terkadan tidak bisa membeli bahan baku termasuk untuk mengembangkan usahanya. (yos)

Berita Terkait

Omah Difabel Linksos Adakan WFH Saat Pandemi Covid-19

Gunadi, Penderita Difabel Tekuni Usaha Reparasi Kursi Sofa

Hartoyo, Difabel Perajin Sangkar Burung Dari Limbah Jati

Pemilih Disabilitas Mempunyai Hak Pilih
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  13 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  12 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
Teknologi  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber