Berita Terbaru :
Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Begini Penerapan Protokal Pencegahan Covid-19 Ala Panti Asuhan Asy Syarifah Putri
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lapas Tulungagung Bebaskan Ratusan Narapidana
Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan
Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
   

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian
Pantura  Minggu, 11-08-2019 | 06:15 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Musim kemarau panjang membuat volume air waduk pacal di Bojonegoro, terus menipis. Kondisi tersebut membuat pintu air di waduk ditutup.

Padahal waduk terbesar di Bojonegoro ini merupakan tumpuhan air irigasi bagi petani di sejumah kecamatan. Sedikitnya terdapat 3500 hektar padi gagal panen, akibat kekurangan pasokan air

Waduk pacal terletak di kawasan hutan desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro. Volume atau tinggi muka air waduk yang dibangun zaman penjajahan belanda, pada tahun 1933 ini terus mengalami penyusutan seiring berlangsungnya musim kemarau.

Alat ukur ketinggian air yang berada di tengah waduk turun drastis. Hingga saat ini sudah menyentuh  angka 107 meter atau berkurang hingga sepuluh meter, jika kondisi waduk dalam keadaan penuh.

Kepala Dinas PU Sumberdaya Air Pemkab Bojonegoro, Edi Susanto, mengatakan, menipisnya volume air membuat pintu waduk terpaksa harus ditutup hal tersebut dilakukan sejak sebulan terahir, meski ribuan hektar areal pertanian di sejumlah kecamatan, diantaranya Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas dan Sumberejo masih membutuhkan pasokan air.

Data di Dinas Pertanian setempat, tercatat ada lebih dari 3500 hektar tanaman padi,yang sebagian besar bergantung pada air waduk pacal gagal panen.

"Akibat kekurangan pasokan air, seperti yang terlihat di Desa Klepek Kecamatan Sukosewu ini, tanaman padi yang berusia lebih dari dua bulan mati mengering," ucap Mariono, salah satu petani.

Para petani yang tanaman padinya mati, memilih untuk dijadikan pakan ternak. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  7 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  6 jam

Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Peristiwa  5 jam

Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Rehat  4 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber