Berita Terbaru :
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
   

Dua Sinyal dari Presiden Jokowi untuk Megawati, Maknanya Cukup Dalam
Politik  Sabtu, 10-08-2019 | 19:09 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Ali Munhanif menilai Presiden Jokowi mengirim dua sinyal politik ketika hadir di kongres kelima PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8).

Sinyal pertama ditunjukkan Jokowi dengan tidak mengenakan seragam PDI Perjuangan saat menghadiri kongres. Padahal, Jokowi merupakan kader dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Berbeda dengan yang lain, Jokowi memakai baju daerah meski berwarna merah, warna partai, dia tidak mengenakan seragam partai," kata Ali saat ditemui di acara diskusi Membaca Arah Tusukan Pidato Mega di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

Kedua, Jokowi juga mengirim sinyal lain ketika berpidato di kongres PDI Perjuangan. Terutama ketika Jokowi menjawab pernyataan Megawati yang akan menolak jika PDIP hanya mendapat empat kursi di kabinet. Jokowi mengatakan, jika partai lain dapat dua kursi menteri, dementara PDIP empat kursi, berarti sudah dua kali lipat.

"Dia (Jokowi) bilang, ketika partai lain dapat dua, PDI Perjuangan dapat empat. Kemudian dia melanjutkan, seandainya partai lain dapat tiga, ketika massa yang hadir menjawab enam, Jokowi justru bilang belum tentu," ucap Ali.

Menurut Ali, sinyal-sinyal tersebut menandakan Jokowi ingin otonom ketika menyusun menteri di kabinetnya pada periode kedua memimpin Indonesia. Jokowi ingin menunjukkan bahwa urusan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Itu menjelaskan bahwa Jokowi ingin tampil otonom. Dia ingin menunjukkan diri bahwa hak prerogratif presiden, jadi partai menerima apa pun keputusan presiden," pungkas dia. (mg10/jpnn/end)





Berita Terkait

Dua Sinyal dari Presiden Jokowi untuk Megawati, Maknanya Cukup Dalam
Berita Terpopuler
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
Mlaku - Mlaku  7 jam

Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Peristiwa  6 jam

Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  5 jam

Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber