Berita Terbaru :
Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19
   

Gangguan Irama Jantung Paling Banyak Membunuh Peserta Olahraga
Kesehatan  Sabtu, 10-08-2019 | 10:00 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Dari segi medis, banyak olahraga yang membutuhkan energi banyak khususnya bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung. Salah satunya adalah olahraga lari maraton, yang memerlukan perhatian khusus bagi pelari di atas usia 40 tahun.

Staf Dokter Pusat Pelayanan Jantung Terpadu, PPJT RSUD Dr Soetomo Rossi Amrilla menyebut, penting bagi peserta olahraga jenis apapun yang berusia di atas 40 tahun untuk melakukan check up terlebih dahulu, sebelum mengikuti perlombaan. "Sebab, dengan check up, riwayat kesehatan peserta olahraga dalam hal ini lari maraton bisa diketahui," kata Rossi Amrilla.

Pemeriksaan fisik meliputi treadmill test  dan elektrocardiogram atau EKG, sangat dianjurkan agar dokter dapat memastikan kesehatan pasien apakah layak mengikuti perlombaan lari jarak jauh yang menguras banyak energi.

Diakuinya, banyak kasus kematian saat berolahraga karena mengalami gangguan irama jantung. Namun setidaknya, angka 1 banding 100.000 kematian saat berolahraga sangat bisa ditekan jika panitia penyelenggara memiliki preparasi yang memadai.

Termasuk menyediakan tim medis pada setiap titik pos kesehatan. Ini untuk mengurangi risiko terjadinya peserta meninggal dunia akibat gangguan irama jantung yang dapat membunuh orang hanya dalam hitungan detik sampai menit.

Meskipun peserta memiliki kebiasaan rutin berolahraga, Rossi menganjurkan agar pemeriksaan kesehatan minimal treadmill test dan ekg dilakukan. Sebab, jika dokter mengindikasikan pasien tak memiliki energi cukup saat beraktivitas fisik cukup berat risiko mengalami gangguan irama jantung lebih tinggi. (yos)



Berita Terkait

Gangguan Irama Jantung Paling Banyak Membunuh Peserta Olahraga
Berita Terpopuler
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Pilkada  8 jam

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Ekonomi Dan Bisnis  5 jam

Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Ekonomi Dan Bisnis  11 jam

Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan...selanjutnya
Life Style  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber