Berita Terbaru :
Bawaslu Jatim Banyak Menemukan Petugas PPDP Tidak Mematuhi Prosedur Coklit
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
Butuh 30 Hari MA Putuskan Bupati Jember
Timnas Belum Latihan, PSSI Berdalih Jumlah Peserta Swab Test Banyak
   

Begini Cara Membuat Kerajinan Odheng Khas Madura
Rehat  Kamis, 08-08-2019 | 23:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Pamekasan dikenal memiliki batik khas. Padahal tidak hanya hanya batik, Pamekasan juga memiliki odheng yang perlu dilestarikan.

Salah satu warga yang masih melestarikan odheng khas Pamekasan, adalah Ghafiruddin warga Dusun Karang Dalam, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Ghafiruddin menekuni kerajinan odheng tiga tahun silam tahun 2017. Saat dia masih berada di bangku kuliah di Pamekasan.

Keinginan untuk melestarikan warisan budaya, karena melihat warisan budaya madura, seperti atribut budaya madura mulai terkikis, akibat budaya luar. Sehingga punya inisiatif untuk mengangkat warisan budaya Madura dengan berkarya seperti seni odheng. Sehingga tidak lenyap ditelan waktu.

Ghafiruddin sudah memproduksi beberapan jenis odheng. Salah satunya odheng bangsawan dipakai untuk para bangsawan, odeng rakyat dipakai untuk kalangan rakyat, sedangkan odeng tongkos dipakai untuk para bangsawan. Masing masing odheng memiliki filosofi tersendiri.

Untuk membuat odheng, pertama memotong pola dari kain batik. Kemudian di dalam pola itu diberi  bahan sampah seperti koran agar keras. Selanjutnya kain batik sebagai penutupnya dimasukkan terlebih dahulu ke pencetakan ukuran. Kemudian, lapisan penutup tersebut diberi lem. Lalu ditempelkan pola kain yang sudah jadi untuk melapisi bagian luarnya penutup hingga sempurna . Odhengpun siap dipakai. 

"Bisa memproduksi kurang lebih sampai 100 odheng khas Pamekasan dalam setiap bulan, dengan harga bervairiasi, dari harga Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per odheng," kata Ghafiruddin,

Karya seni ghafiruddin ini, sudah dipesan oleh beberapa kota yang menjadi pelanggan. Seperti seluruh Madura hingga keluar daerah. (pul)

Berita Terkait

Begini Cara Membuat Kerajinan Odheng Khas Madura
Berita Terpopuler
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  6 jam

Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Peristiwa  4 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  6 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber