Berita Terbaru :
Sensasi Gowes di Gunung Bromo Disaat Bromo Masih Ditutup Untuk Wisatawan
Dhea Lukita Andriana, Pelajar Asal Tulungagung Dua Kali Terpilih Menjadi Paskibraka Nasional
Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Ditarget, Alun-Alun Surabaya Area Atas Selesai 17 Agustus
Sandang Status Zona Merah, Warga Wonocolo Buat Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19
Pasca P21, Kejaksaan Langsung Serahkan Perkara Sekda Ke Pengadilan Negeri
Gerakan Pemulihan Ekonomi Gubenur Jatim Kunjungi Pabrik Mamin dan Kebun Coklat Mojokerto
Tidak Memiliki Ijazah Profesi, Ribuan Bidan 2025 Terancam Tutup Praktek
Hak Mendaftarkan Cabup Cawabup Bisa Diambil Alih oleh DPP
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona, 20 Karyawan Di-Swab
Kebakaran Hebat Pabrik Pengolahan Kayu
Tiga Siswa Harus Naik Turun Gunung Cari Sinyal Internet
Satu Hakim Positif Covid, 10 Hakim Lainnya Isolasi Mandiri, Sidang Banyak Yang Ditunda
Imun Rentan, Ratusan Ibu Hamil Di-Swab
Satlantas Ponorogo Cari Warga Miskin dan Bagikan Sembako
   

Begini Cara Membuat Kerajinan Odheng Khas Madura
Rehat  Kamis, 08-08-2019 | 23:16 wib
Reporter : Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Pamekasan dikenal memiliki batik khas. Padahal tidak hanya hanya batik, Pamekasan juga memiliki odheng yang perlu dilestarikan.

Salah satu warga yang masih melestarikan odheng khas Pamekasan, adalah Ghafiruddin warga Dusun Karang Dalam, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Ghafiruddin menekuni kerajinan odheng tiga tahun silam tahun 2017. Saat dia masih berada di bangku kuliah di Pamekasan.

Keinginan untuk melestarikan warisan budaya, karena melihat warisan budaya madura, seperti atribut budaya madura mulai terkikis, akibat budaya luar. Sehingga punya inisiatif untuk mengangkat warisan budaya Madura dengan berkarya seperti seni odheng. Sehingga tidak lenyap ditelan waktu.

Ghafiruddin sudah memproduksi beberapan jenis odheng. Salah satunya odheng bangsawan dipakai untuk para bangsawan, odeng rakyat dipakai untuk kalangan rakyat, sedangkan odeng tongkos dipakai untuk para bangsawan. Masing masing odheng memiliki filosofi tersendiri.

Untuk membuat odheng, pertama memotong pola dari kain batik. Kemudian di dalam pola itu diberi  bahan sampah seperti koran agar keras. Selanjutnya kain batik sebagai penutupnya dimasukkan terlebih dahulu ke pencetakan ukuran. Kemudian, lapisan penutup tersebut diberi lem. Lalu ditempelkan pola kain yang sudah jadi untuk melapisi bagian luarnya penutup hingga sempurna . Odhengpun siap dipakai. 

"Bisa memproduksi kurang lebih sampai 100 odheng khas Pamekasan dalam setiap bulan, dengan harga bervairiasi, dari harga Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per odheng," kata Ghafiruddin,

Karya seni ghafiruddin ini, sudah dipesan oleh beberapa kota yang menjadi pelanggan. Seperti seluruh Madura hingga keluar daerah. (pul)

Berita Terkait

Begini Cara Membuat Kerajinan Odheng Khas Madura
Berita Terpopuler
Ibu Anak Pemilik Rumah Makan Rawon Nguling Meninggal Dunia Positif Virus Corona,...selanjutnya
Covid-19  4 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  10 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  20 jam

Penahanan Kepala Desa Lebak Jabung Diwarnai Aksi Demo dan Isak Tangis
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber